NABIRE, PapuaTengah.news – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Universitas Papua (Unipa) menggelar Training of Trainers (TOT) Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Nabire, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 20 September 2026 tersebut diikuti jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, kepala sekolah, guru reguler, serta guru pendamping SSH dari sejumlah kabupaten. Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik sekaligus menyamakan pemahaman mengenai konsep dan pelaksanaan program SSH.
PERKUAT KOLABORASI GURU
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah Nurhaidah, S.E., mengatakan keberhasilan SSH membutuhkan kerja sama antara guru pendamping dan guru reguler di sekolah sasaran.
Menurutnya, keberadaan guru pendamping bukan untuk mengambil alih tugas guru utama, tetapi menjadi mitra yang saling mendukung dalam proses pembelajaran.
“Kita semua sudah bergabung dalam satu tim besar untuk satu tujuan utama, yaitu bagaimana anak-anak di Papua bisa mendapat pendidikan yang sepadan dengan daerah lain. Menyongsong Indonesia Emas 2045, perbaikan harus kita mulai dari sekarang melalui pendidikan dasar,” tegasnya.
Nurhaidah juga menilai tugas guru pendamping membutuhkan komitmen dan pengabdian karena kondisi pendidikan di lapangan memiliki berbagai tantangan.
“Guru pendamping hadir bukan untuk menggantikan peran guru utama, melainkan untuk saling berkolaborasi dan melengkapi. Tugas ini membutuhkan panggilan hati dan pengabdian yang tulus, mengingat tantangan di lapangan tidaklah ringan,” ujarnya.
SSH JADI ALTERNATIF PENDIDIKAN
Pemimpin Tim Program SSH Dr. Ir. Agus Sumule menjelaskan bahwa konsep Sekolah Sepanjang Hari dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk menjawab keterbatasan penerapan sistem pendidikan berbasis asrama di Papua.
Ia menyebut jumlah sekolah dasar yang tersebar hingga wilayah kampung membuat pembangunan asrama di setiap sekolah sulit dilakukan.
“Di tanah Papua terdapat lebih dari 3.700 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di hampir 8.000 kampung. Tidak mungkin kita mendirikan asrama di semua SD tersebut. Oleh karena itu, hadirnya konsep Sekolah Sepanjang Hari menjadi langkah strategis untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan dan pendampingan yang optimal,” jelas Agus.
Melalui SSH, peserta didik diharapkan memperoleh waktu belajar dan pendampingan yang lebih optimal tanpa harus meninggalkan lingkungan tempat tinggal mereka.
MENJANGKAU SEJUMLAH KABUPATEN
TOT yang dilaksanakan di Nabire mencakup sekolah sasaran di Kabupaten Nabire, khususnya wilayah Nifasi dan Hariti, serta sejumlah daerah di kawasan pegunungan dan danau, seperti Dogiyai, Deiyai dan Paniai.
Sementara kegiatan serupa dilaksanakan di Timika dengan sasaran Kabupaten Mimika, Intan Jaya, Puncak, serta tambahan sasaran baru di Kabupaten Puncak Jaya pada 2026.
Saat ini, Program SSH telah menjangkau 10 sekolah yang tersebar di delapan kabupaten. Pemerintah daerah terus mendorong perluasan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak sekolah di Papua Tengah.
“Harapannya tidak ada lagi kabupaten di Provinsi Papua Tengah yang tidak terjangkau oleh program Sekolah Sepanjang Hari,” ujar Agus.
PESERTA DISIAPKAN MENJADI TRAINER
Selain meningkatkan kemampuan dalam proses pembelajaran, TOT juga dirancang untuk membekali kepala sekolah dan guru pendamping agar mampu menjadi pelatih di lingkungan kerja masing-masing.
Para peserta diharapkan memahami filosofi, tujuan dan mekanisme SSH, kemudian meneruskan pengetahuan tersebut kepada guru, orang tua serta masyarakat di wilayah masing-masing.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu mengatasi sejumlah persoalan pendidikan dasar, termasuk kemampuan membaca dan menulis peserta didik serta kesenjangan kualitas pembelajaran antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.
DORONG PEMERATAAN PENDIDIKAN DASAR
Pemprov Papua Tengah bersama Unipa berharap SSH dapat terus berkembang menjadi salah satu model penguatan pendidikan dasar yang menyesuaikan kondisi geografis Papua.
Melalui peningkatan kompetensi guru dan pendamping serta perluasan cakupan sekolah sasaran, program tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak di wilayah pelosok dan pedalaman Papua Tengah.

Komentar