TIMIKA, PapuaTengah.news – Pemerintah Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengalokasikan anggaran padat karya sebesar Rp3 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Distrik Mimika Timur Raymond Tanser mengatakan, anggaran tersebut dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan, mulai dari pembangunan jalan beton, kebersihan lingkungan, penimbunan fasilitas umum, pemberian makanan tambahan hingga penyediaan lampu penerangan jalan.
DUA RUAS JALAN BETON TELAH SELESAI
Raymond menjelaskan, salah satu penggunaan anggaran diarahkan untuk pembangunan dua ruas jalan beton dengan panjang masing-masing 100 meter.
Kedua ruas tersebut berada di jalan masuk SMK Taruna dan jalan masuk SP 8 Kampung Kaugapu. Pekerjaan telah diselesaikan dengan menerapkan sistem swakelola karena program padat karya juga ditujukan untuk melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kami berkomitmen dengan anggaran yang ada itu kami gunakan untuk membangun Distrik Mimika Timur,” ujarnya di Timika, Selasa.
Selain pembangunan jalan, anggaran juga digunakan untuk menimbun halaman sejumlah fasilitas umum, termasuk lingkungan sekolah dan rumah ibadah.
56 LAMPU SOLAR CELL DIPASANG DI WANIA
Pada sektor penerangan, Pemerintah Distrik Mimika Timur memasang 56 titik lampu tenaga surya atau solar cell di Kelurahan Wania.
Raymond meminta kepala kampung dan masyarakat di sekitar lokasi ikut menjaga serta merawat fasilitas tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Ia menilai keberadaan penerangan jalan dapat memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat, khususnya pada malam hari.
DUKUNG KESEHATAN DAN PENCEGAHAN STUNTING
Program padat karya juga menyentuh bidang kesehatan melalui kegiatan kebersihan lingkungan di kampung dan kelurahan.
Selain itu, pemerintah memberikan makanan tambahan bagi ibu hamil, balita dan lanjut usia melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di masing-masing wilayah.
Untuk pelaksanaannya, Distrik Mimika Timur bekerja sama dengan puskesmas setempat karena tenaga kesehatan memiliki data dan pemetaan kondisi masyarakat di setiap kampung.
“Ibu hamil dan balita ini penting untuk mendapatkan makanan tambahan guna mencegah stunting,” kata Raymond.
MASYARAKAT DILIBATKAN DALAM PEMBANGUNAN
Pemanfaatan anggaran melalui skema padat karya diarahkan agar pembangunan di kampung-kampung dapat dilakukan sekaligus dengan meningkatkan keterlibatan masyarakat.
Melalui pola tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan di wilayahnya.
Raymond menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Mimika atas dukungan anggaran yang diberikan untuk pelaksanaan pembangunan di Distrik Mimika Timur.
Distrik Mimika Timur mencakup satu kelurahan dan lima kampung, yakni Kelurahan Wania/Mapurujaya, Kampung Kaugapu, Muare, Tipuka, Hiripau dan Pomako.

Komentar