Nabire
Beranda / Nabire / Pemkab Nabire Salurkan 26 Mesin Penggiling Pakan untuk Kelompok Ternak OAP

Pemkab Nabire Salurkan 26 Mesin Penggiling Pakan untuk Kelompok Ternak OAP

NABIRE, Papuatengah.news – Pemerintah Kabupaten Nabire menyalurkan bantuan 26 unit mesin penggiling pakan kepada kelompok ternak Orang Asli Papua (OAP) yang tersebar di lima distrik. Bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas usaha peternakan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kampung.

Bantuan diserahkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Nabire sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha masyarakat secara berkelompok.

Kepala DPMK Kabupaten Nabire Pelimon Madai di Nabire, Selasa, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat kampung agar kelompok peternak dapat mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

“Bantuan ini wujud kepedulian Pemkab Nabire kepada masyarakat di tingkat kampung. Dengan alat ini, diharapkan kelompok peternak OAP mampu meningkatkan penghasilan atau bernilai ekonomi bagi kehidupan bersama,” katanya.

Dorong Produktivitas Kelompok Ternak

Pelimon mengatakan pemberdayaan masyarakat kampung tidak hanya diarahkan pada pemberian bantuan, tetapi juga peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan potensi serta sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing.

Polres Puncak Siagakan Puluhan Personel Antisipasi Gangguan Keamanan di Ilaga

Menurutnya, bantuan mesin penggiling pakan diharapkan dapat membantu kelompok ternak mengolah pakan dengan lebih cepat dan efisien sehingga kebutuhan pakan ternak dapat terpenuhi secara lebih optimal.

Ia juga menekankan agar seluruh bantuan digunakan secara bersama-sama oleh kelompok penerima dan tidak diperjualbelikan kepada pihak lain.

DPMK Kabupaten Nabire akan melakukan pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan tersebut guna memastikan peralatan digunakan sesuai dengan tujuan program.

Selain itu, para penerima bantuan akan mendapatkan bimbingan teknis mengenai pengoperasian dan penggunaan mesin sehingga peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Bantuan Bersumber dari Dana Otsus

Kabid Kelembagaan DPMK Kabupaten Nabire Serma mengatakan bantuan tersebut terdiri atas delapan unit mesin penggiling pakan berkapasitas sedang dan 18 unit berkapasitas kecil.

Ribuan Pelajar Meriahkan Karnaval Budaya Nusantara HUT ke-81 RI di Mimika

Total anggaran yang digunakan untuk pengadaan bantuan tersebut mencapai Rp300 juta yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun anggaran 2026.

Bantuan disalurkan kepada delapan kelompok ternak yang berada di enam kampung pada lima distrik, yakni Distrik Nabire Barat, Uwapa, Makimi, Wanggar, dan Yaro.

Kedelapan kelompok penerima tersebut berada di Kampung Kalisemen, Topo II sebanyak dua kelompok, Gamai Jaya, Nifasi sebanyak dua kelompok, Wiraska, dan Bomopai.

Masing-masing kelompok terdiri atas 10 Orang Asli Papua yang diharapkan dapat memanfaatkan bantuan tersebut untuk memperkuat kegiatan peternakan secara berkelanjutan.

Dengan adanya mesin penggiling pakan, para peternak diharapkan dapat menghasilkan pakan dengan kualitas yang lebih baik sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan ternak secara lebih maksimal.

LLDikti Wilayah XIV Pastikan PKKMB di Tanah Papua Bebas Perpeloncoan

Wabup Dorong Kampung Jadi Pelaku Utama Ekonomi

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari mengatakan pengembangan usaha ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dalam pembangunan kampung.

Menurutnya, pembangunan tidak seharusnya hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu meningkatkan produktivitas, kapasitas, dan kemandirian masyarakat.

Ia meminta pemerintah kampung dapat mengidentifikasi berbagai potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing wilayah untuk kemudian dikembangkan menjadi usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Kita ingin melihat kampung-kampung di Kabupaten Nabire tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, melainkan menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi,” katanya.

Burhanuddin berharap bantuan mesin penggiling pakan tersebut tidak hanya berhenti pada pemanfaatan alat, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari usaha kelompok ternak yang produktif.

Dengan pengelolaan yang baik dan dilakukan secara bersama-sama, bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat usaha peternakan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat kampung di Kabupaten Nabire.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement