Internasional
Beranda / Internasional / Dokter Asal Papua Jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di KJRI Shanghai

Dokter Asal Papua Jadi Komandan Upacara HUT ke-81 RI di KJRI Shanghai

SHANGHAI, Papuatengah.news – Dokter spesialis bedah saraf asal Papua, dr. Yosep Mote, dipercaya menjadi komandan upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Shanghai, China, Senin (17/8/2026).

Yosep yang saat ini sedang menjalani tugas belajar di Shanghai memimpin jalannya upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang diikuti sekitar 160 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah tersebut.

Selain Yosep, sebanyak 10 pelajar dan pekerja Indonesia turut dipercaya menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dalam upacara peringatan kemerdekaan tersebut.

Dokter Asal Papua Pimpin Upacara

Yosep saat ini tengah mengikuti program fellowship di salah satu rumah sakit di Shanghai. Sebelumnya, ia telah menyelesaikan pendidikan spesialis bedah saraf di Universitas Udayana, Bali, dan menjalani praktik di RSUD Jayapura.

Kepercayaan kepada Yosep untuk menjadi komandan upacara menjadi bagian dari keterlibatan masyarakat Indonesia di luar negeri dalam memperingati momentum kemerdekaan sekaligus menunjukkan kontribusi putra Papua dalam berbagai bidang profesional.

Pemkab Mimika Bangun Sentra Perikanan Rp700 Juta untuk Dukung Nelayan Kampung Akar

Bersama anggota Paskibra lainnya, Yosep menjalani latihan selama kurang lebih dua bulan sebagai persiapan sebelum pelaksanaan upacara.

Momentum Memaknai Kemerdekaan

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Shanghai, Berlianto Situngkir, mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk kembali memahami arti kemerdekaan serta memperkuat komitmen memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“Setiap peringatan kemerdekaan hendaknya menjadi momentum untuk kembali memahami makna kemerdekaan dan menguatkan komitmen kita untuk mengisinya dengan kerja nyata bagi bangsa dan negara,” kata Berlianto.

Menurutnya, masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri tetap memiliki peran dalam menjaga semangat kebangsaan dan mengenang perjuangan para pahlawan.

Ia mengatakan kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan panjang, pengorbanan jiwa dan raga, serta persatuan seluruh elemen bangsa.

Warmare Disiapkan Jadi Kampung Dodol Matoa Pertama di Papua Barat

Diikuti WNI di Shanghai

Upacara pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung di halaman gedung KJRI Shanghai yang berada di Distrik Changning.

Sekitar 160 WNI hadir mengikuti rangkaian upacara yang berlangsung dalam suasana khidmat. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar meskipun kondisi Shanghai sebelumnya sempat terdampak Topan Dolphin yang menyebabkan banjir di sejumlah lokasi.

Berlianto mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat Indonesia di perantauan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus merefleksikan kembali makna kemerdekaan.

Perkuat Kebersamaan WNI

Setelah upacara yang berlangsung sekitar 40 menit, jajaran KJRI Shanghai bersama masyarakat Indonesia melanjutkan kegiatan dengan acara keruk tumpeng dan silaturahmi.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan itu juga menjadi sarana memperkuat hubungan serta rasa kebersamaan antar-WNI yang berada di Shanghai dan sekitarnya.

PMKRI Timika Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi di Flores

Kehadiran dr. Yosep Mote sebagai komandan upacara turut menjadi bagian dari semangat masyarakat Indonesia di perantauan dalam memperingati kemerdekaan sekaligus menunjukkan bahwa putra-putri Papua dapat mengambil peran dalam berbagai bidang dan membawa nama Indonesia di tingkat internasional.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement