TIMIKA, Papuatengah.news – Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Infanteri Jozanda mengecam aksi pembawaan paksa terhadap sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ia menilai tindakan kelompok bersenjata tersebut sebagai perbuatan keji dan tidak manusiawi.
Jozanda di Timika, Kamis, mengatakan tindakan membawa warga perempuan secara paksa, terlebih disertai penembakan terhadap orang tua yang berusaha mencegah anaknya dibawa, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Membawa anak-anak perempuan dengan paksa bahkan menembak orang tuanya saat orang tua itu menghalangi agar anaknya tidak dibawa paksa. Ini adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi,” ujarnya.
Aparat Lakukan Pengejaran
Jozanda mengatakan aparat TNI-Polri saat ini masih melakukan upaya pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga membawa paksa sembilan warga perempuan tersebut.
Ia berharap seluruh personel yang menjalankan tugas di lapangan diberikan keselamatan dan kemudahan dalam upaya menemukan serta menyelamatkan para korban.
“Semoga prajurit TNI-Polri yang bertugas di sana diberikan kemudahan, keselamatan dalam melaksanakan tugas-tugas ini,” katanya.
Menurutnya, penanganan terhadap kasus tersebut terus dilakukan dengan melibatkan unsur terkait guna memastikan keamanan masyarakat di Distrik Jila.
Siapkan Bantuan Makanan untuk Warga Jila
Selain melakukan langkah keamanan, aparat TNI juga memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Jila yang terdampak situasi pascakejadian.
Jozanda menjelaskan, masyarakat di wilayah tersebut saat ini mengalami keterbatasan bahan makanan karena sebagian warga mengalami trauma dan belum kembali menjalankan aktivitas berkebun.
“Aparat TNI juga akan selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengiriman bantuan makanan kepada masyarakat di Distrik Jila yang saat ini mengalami kekurangan bahan makan,” ujarnya.
Ia mengatakan dukungan logistik akan dilakukan melalui jalur udara untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Besok kami akan mendukung helikopter untuk mendropkan makanan karena masyarakat di sana trauma dan tidak berkebun pascakejadian itu sehingga bahan makanan juga berkurang,” jelasnya.
TNI-Polri Pastikan Warga Tidak Ditinggalkan
Jozanda menegaskan aparat TNI-Polri bersama pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian kepada masyarakat di Distrik Jila, baik dari sisi keamanan maupun kebutuhan dasar.
Menurutnya, kondisi masyarakat yang mengalami trauma perlu mendapat perhatian agar aktivitas kehidupan warga dapat kembali berjalan secara bertahap.
“Kami tetap peduli bersama masyarakat dan tidak akan tinggalkan masyarakat. Kami ada di sini untuk mereka,” tegasnya.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam pemulihan kondisi Jila, termasuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi serta memberikan rasa aman bagi warga di tengah proses penanganan kasus tersebut.

Komentar