Hukum & Kriminal Intan Jaya Nasional
Beranda / Nasional / Bupati Intan Jaya Minta Warga Sipil dan Gereja Tidak Jadi Sasaran Konflik

Bupati Intan Jaya Minta Warga Sipil dan Gereja Tidak Jadi Sasaran Konflik

Intan Jaya – Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik bersenjata yang terjadi di wilayah Intan Jaya, Papua Tengah. Ia meminta aparat keamanan TNI/Polri maupun kelompok TPNPB mengedepankan pendekatan humanis agar warga sipil tidak menjadi korban situasi keamanan di daerah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan menyusul insiden ledakan yang diduga berasal dari bahan peledak yang dijatuhkan menggunakan drone di halaman Gereja Katolik Stasi St. Paulus Nabuni, Kampung Mbamogo, Distrik Agisiga, Minggu (17/5/2026). Dalam kejadian tersebut, empat warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka.

Menurut Aner Maisini, aktivitas masyarakat yang berjalan normal tidak seharusnya direspons dengan tindakan yang dapat memperburuk situasi keamanan. Ia menilai konflik bersenjata jangan sampai berdampak terhadap kehidupan masyarakat sipil, termasuk pelayanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas keagamaan.

“Penegakan harus humanis, karena yang jadi korban itu masyarakat. Jangan sampai gereja, sarana pemerintah, atau masyarakat sipil yang terkena dampak,” ujarnya saat ditemui di Nabire, Senin (18/5/2026).

Selain meminta aparat keamanan berhati-hati, Aner juga mengimbau kelompok TPNPB agar tidak beraktivitas di tengah permukiman warga karena dapat membahayakan keselamatan masyarakat sipil.

Pemkab Mimika Ajak Warga Minabua Cegah Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan

Ia menyebut kondisi keamanan di Intan Jaya dalam satu tahun terakhir mulai berangsur kondusif. Warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke kampung untuk berkebun, bersekolah, dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, lanjutnya, telah melakukan evakuasi terhadap masyarakat terdampak ke Sugapa dan menyiapkan penanganan lanjutan bagi korban luka, termasuk rencana evakuasi medis ke Timika untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Aner Maisini juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, aparat keamanan, dan kelompok bersenjata untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman agar pembangunan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan di Intan Jaya dapat terus berjalan dengan baik.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement