TIMIKA, PapuaTengah.news – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menggandeng sejumlah perguruan tinggi di daerah tersebut untuk memperkuat riset yang berkaitan dengan berbagai persoalan dan kebutuhan pembangunan.
Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain, di Timika, Selasa, mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Mimika telah menjalin kerja sama dengan enam perguruan tinggi untuk melaksanakan penelitian berdasarkan tema yang telah ditetapkan bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika.
Menurut Darius, tema riset yang diprioritaskan akan disesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah serta arah pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Riset ini dilakukan di berbagai bidang, cuma nanti tema mana yang diprioritaskan itu akan kami sesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” ujarnya.
RISET PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR
Salah satu perguruan tinggi yang telah menjalankan kerja sama dengan BRIDA Mimika adalah Institut Jambatan Bulan (IJB) Timika.
Saat ini, IJB tengah melakukan penelitian mengenai pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir dengan pendekatan berbasis koperasi.
Sementara itu, riset yang melibatkan perguruan tinggi lainnya akan dialokasikan dalam anggaran 2027. Pelaksanaannya akan diarahkan berdasarkan tema penelitian yang selaras dengan visi dan misi pimpinan daerah.
“Untuk perguruan tinggi yang lain nanti kita anggarkan di 2027 untuk pelaksanaan riset-riset sesuai dengan tema riset berdasarkan visi misi pimpinan daerah,” kata Darius.
HASIL PENELITIAN DIARAHKAN KE OPD TEKNIS
BRIDA Mimika tidak ingin hasil penelitian berhenti sebagai dokumen akademik. Setiap hasil riset yang telah diselesaikan perguruan tinggi dan disampaikan kepada BRIDA akan dikaji untuk selanjutnya diberikan rekomendasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait.
Darius menegaskan hasil penelitian harus memiliki manfaat praktis dan dapat menjadi dasar dalam penyusunan maupun pelaksanaan program pemerintah.
“Kami tidak mau hasil riset itu dalam bentuk dokumen saja tetapi harus bisa ditindak lanjuti oleh OPD teknis,” ujarnya.
Karena itu, BRIDA mendorong agar kebijakan dan program yang diusulkan OPD memiliki landasan data yang jelas, bukan sekadar berdasarkan asumsi.
Dengan pendekatan tersebut, hasil penelitian dari perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan OPD dalam menentukan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi daerah.
KAJIAN LIMBAH TAILING JUGA TELAH SELESAI
Selain riset pembangunan yang sedang berjalan, BRIDA Mimika sebelumnya juga menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan kajian terkait review master plan pengelolaan serta pemanfaatan limbah pasir tailing PT Freeport Indonesia.
Darius mengatakan kajian tersebut telah diselesaikan. Tahap selanjutnya adalah mengidentifikasi OPD yang memiliki kepentingan dan kewenangan terkait untuk menerima rekomendasi hasil kajian.
“Itu sudah selesai tinggal kami identifikasi OPD mana saja yang berkepentingan di dalam untuk kami sampaikan rekomendasinya,” jelasnya.
BRIDA Mimika berharap penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan daerah sekaligus membantu pemerintah menyusun kebijakan pembangunan yang lebih terukur, berbasis data, dan sesuai dengan kondisi masyarakat Mimika.

Komentar