Papua Barat
Beranda / Papua Barat / BMKG Peringatkan Kualitas Udara Tiga Kabupaten di Papua Barat Masuk Kategori Berbahaya

BMKG Peringatkan Kualitas Udara Tiga Kabupaten di Papua Barat Masuk Kategori Berbahaya

MANOKWARI, PapuaTengah.news – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Papua Barat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada 9 Oktober 2026, kualitas udara di Kabupaten Kaimana, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama diprakirakan masuk kategori berbahaya.

Analis Stasiun Pemantau Atmosfer Global (SPAG) Sorong, Ayu Diah S, menjelaskan bahwa konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di ketiga kabupaten tersebut diprediksi melampaui 250,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

“Prediksi kualitas udara Kaimana, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama untuk tanggal 9 Oktober melebihi 250,3 µg/m³,” kata Ayu dalam keterangannya di Manokwari, Kamis.

Kabut Asap dan Minimnya Hujan Jadi Pemicu

Ayu menyebutkan, kabut asap akibat karhutla di sejumlah daerah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas udara. Kondisi tersebut diperburuk oleh minimnya curah hujan akibat pengaruh El Nino.

Ia memperkirakan kualitas udara di Kaimana, Teluk Bintuni dan Teluk Wondama akan membaik menjadi kategori sangat tidak sehat pada 10–11 Oktober 2026, dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 150,5–250,4 µg/m³.

Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Sorong, Dua Pesawat Dialihkan

Menurutnya, hujan dapat membantu membersihkan partikel pencemar di atmosfer sehingga konsentrasi PM2.5 berpotensi menurun.

“Karena hujan yang turun itu bisa membersihkan atmosfer sehingga konsentrasi PM2.5 juga bisa menurun,” ujarnya.

Sejumlah Wilayah Lain Turut Terdampak

BMKG juga memprakirakan kondisi kualitas udara yang berbeda di sejumlah kabupaten lainnya selama 9–11 Oktober 2026.

Di Kabupaten Fakfak, kualitas udara diprediksi masuk kategori sangat tidak sehat pada 10 Oktober. Sementara pada 9 dan 11 Oktober, kondisinya diprakirakan berada dalam kategori tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 sebesar 55,5–150,4 µg/m³.

Adapun Kabupaten Manokwari Selatan diprakirakan mengalami kualitas udara tidak sehat pada 9–10 Oktober, kemudian membaik menjadi kategori sedang pada 11 Oktober dengan konsentrasi PM2.5 berkisar 15,6–55,4 µg/m³.

Pemkab Mimika Salurkan 78 Ton Bantuan Pangan ke Wilayah Tembagapura

Sementara itu, Kabupaten Manokwari dan Pegunungan Arfak diprediksi memiliki kualitas udara kategori sedang sepanjang periode 9–11 Oktober 2026.

Dinkes Imbau Masyarakat Gunakan Masker

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, dr. Alwan Rimosan, mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

“Kami mengimbau agar masyarakat menggunakan masker ketika melakukan kegiatan di luar rumah atau bepergian, karena kabut asap masih ada,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga memperpanjang status tanggap darurat karhutla untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran dan dampak kabut asap yang mengganggu mobilitas masyarakat serta aktivitas penerbangan.

Operasi Modifikasi Cuaca Dijadwalkan 11–15 Oktober

Sebagai langkah penanganan lanjutan, pemerintah provinsi berencana melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada 11–15 Oktober 2026 dengan memanfaatkan potensi awan hujan. Kegiatan tersebut akan melibatkan BMKG dan sejumlah unsur terkait.

Wabup Mimika Ajak Generasi Muda Amungme dan Kamoro Lestarikan Budaya Leluhur

Selain itu, penggunaan helikopter menjadi salah satu alternatif untuk mendukung pemadaman karhutla. Upaya melalui jalur darat sebelumnya belum memberikan hasil maksimal karena terkendala keterbatasan peralatan, jumlah personel dan akses menuju lokasi kebakaran.

Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut dapat membantu mengendalikan karhutla, mengurangi sebaran kabut asap serta memperbaiki kualitas udara di wilayah Papua Barat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement