DOGIYAI — Aparat gabungan dari BKO Brimob Resimen III bersama Polres Dogiyai menindak tegas kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang melakukan aksi penyerangan terhadap warga dan perusakan kendaraan di jalur Trans Nabire–Paniai, Papua Tengah, Minggu (10/5).
Dalam operasi tersebut, satu anggota KKB dilaporkan tewas setelah terjadi kontak tembak dengan aparat saat patroli keamanan berlangsung di wilayah rawan gangguan kamtibmas.
Kapolres Dogiyai AKBP Dennis Arya Putra mengatakan, patroli dilakukan menyusul laporan masyarakat terkait aksi penembakan dan pengrusakan kendaraan warga yang melintas di jalur Trans Nabire–Paniai.
“Anggota kami bersama personel Brimob melakukan patroli setelah menerima laporan adanya aksi penyerangan terhadap warga dan kendaraan,” ujar Dennis.
Menurutnya, saat aparat tiba di lokasi, kelompok bersenjata tersebut melakukan perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan senjata api. Aparat kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur guna mengantisipasi ancaman yang lebih luas terhadap masyarakat.
Kelompok tersebut diketahui membawa sejumlah senjata api dan senjata tajam yang digunakan untuk mengintimidasi serta merusak kendaraan warga yang melintas di lokasi kejadian.
Dari lokasi penindakan, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata api rakitan, amunisi kaliber 5,56 mm, tiga bilah parang, satu kapak, busur panah, telepon genggam, serta tas noken.
Pasca kejadian, aparat gabungan masih melakukan patroli intensif di sejumlah titik yang dianggap rawan guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali.
Kapolres memastikan kondisi di wilayah Dogiyai saat ini sudah berangsur kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang dapat memperkeruh situasi. Segera laporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Papua Tengah,” katanya.
Aksi penyerangan di jalur Trans Nabire–Paniai kembali menyoroti tantangan keamanan di sejumlah wilayah Papua Tengah yang selama ini menjadi titik rawan aktivitas kelompok bersenjata. Aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan masyarakat dan memastikan jalur transportasi vital tetap aman dilalui warga.

Komentar