Mimika
Beranda / Mimika / Polres Mimika Kirim Brimob dan Tim Investigasi ke Jila Usai Kasus Penculikan

Polres Mimika Kirim Brimob dan Tim Investigasi ke Jila Usai Kasus Penculikan

TIMIKA, Papuatengah.news – Kepolisian Resor Mimika mengirim personel Brimob bersama tim investigasi ke Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pascakasus pembawaan paksa terhadap sembilan perempuan oleh kelompok bersenjata.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak di Timika, Kamis, mengatakan personel telah dikirim ke Jila untuk mengumpulkan informasi dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.

“Hari ini kami sudah mengirim personel dan besok juga akan dilakukan pengiriman lagi, personel itu terdiri dari Brimob dan tim investigasi untuk melakukan olah TKP,” ujarnya.

Situasi Jila Berangsur Mereda

Alredo mengatakan kondisi keamanan di Distrik Jila setelah peristiwa pembawaan paksa sembilan perempuan dan penembakan terhadap salah satu orang tua korban pada 17 Agustus 2026 kini mulai berangsur mereda.

Meski belum terdapat kejadian susulan, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan selama proses penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat.

Pemkot Sorong Salurkan Bantuan Otsus kepada 228 Pelaku UMKM

“Pascakejadian situasi masih landai, tidak ada terjadi hal-hal lain, namun kami tetap waspada termasuk dalam pelaksanaan olah TKP dan pengejaran terhadap para pelaku,” katanya.

Menurutnya, langkah pengamanan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat di Jila tetap terjaga sekaligus mendukung proses pengumpulan bukti di lapangan.

Polisi Sebut Kasus Masuk Kategori Penculikan

Kapolres Mimika menjelaskan bahwa pihaknya belum menggunakan istilah penyanderaan untuk menggambarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diperoleh hingga saat ini, tidak terdapat tuntutan yang disampaikan oleh kelompok bersenjata setelah membawa paksa sembilan perempuan.

“Kami tidak bisa bilang itu penyanderaan, tapi penculikan karena tidak ada tuntutan yang diberikan. Kalau sandera kan harus ada tuntutan, kalau kategori penyanderaan belum bisa dikatakan penyanderaan,” ujarnya.

Pemkab Sorong Alokasikan Rp400 Juta untuk Perkuat Promosi Destinasi Wisata

Karena itu, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa untuk menentukan konstruksi perkara serta pihak yang bertanggung jawab.

Identitas Kelompok Masih Didalami

Alredo mengatakan kepolisian belum dapat memastikan kelompok bersenjata yang diduga membawa paksa sembilan perempuan tersebut berasal dari kelompok mana ataupun siapa yang memimpin mereka.

Para korban diketahui terdiri dari anak-anak sekolah dasar, remaja perempuan serta seorang perempuan yang sedang dalam kondisi hamil muda.

Menurutnya, hasil olah TKP dan investigasi nantinya akan menjadi dasar untuk mengungkap identitas serta latar belakang kelompok yang terlibat.

“Melalui olah TKP dan investigasi ini yang nanti akan mengungkapkan ini semua. Sehingga kami belum bisa menyimpulkan para pelaku ini dari kelompok mana,” jelasnya.

Ekspedisi Patriot Unair Kembangkan Ekowisata Berbasis Mitigasi Bencana di Prafi

Ia menambahkan, kepolisian masih melakukan profiling terhadap kelompok tersebut dengan mempertimbangkan berbagai informasi dan rangkaian kejadian sebelumnya.

“Namun kalau dilihat dari rentetan kejadian sebelumnya dimungkinkan mereka masih dalam satu rangkaian dan kelompok yang sama, tetapi dari kelompok yang mana ini yang sedang kami profiling,” ujarnya.

Polres Mimika akan melanjutkan proses investigasi dan pengumpulan informasi di lapangan guna mengungkap pihak yang terlibat serta memastikan keberadaan sembilan warga perempuan yang hingga kini masih menjadi perhatian aparat dan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement