TIMIKA, Papuatengah.news – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengevakuasi sejumlah tenaga kesehatan, guru dan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Distrik Jila setelah terjadi aksi pembawaan paksa terhadap sejumlah warga oleh kelompok bersenjata pada 17 Agustus 2026.
Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Kamis, mengatakan proses evakuasi dilakukan pada 18 Agustus 2026 menggunakan helikopter milik TNI Angkatan Udara dari Lanud Yohanis Kapiyau Timika.
“Sudah dilakukan evakuasi dengan helikopternya Lanud Yohanis Kapiyau Timika. Kami evakuasi ke Timika dan saat ini mereka sudah ada di Timika,” ujarnya.
Pelayanan Publik di Jila Dihentikan Sementara
Dengan dievakuasinya tenaga kesehatan, guru serta pegawai pemerintahan distrik, sejumlah pelayanan dasar masyarakat di Jila untuk sementara waktu tidak dapat berjalan seperti biasa.
Pelayanan yang terdampak meliputi sektor pendidikan, kesehatan serta administrasi pemerintahan di tingkat distrik.
Johannes mengatakan pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk memantau perkembangan situasi keamanan di Jila.
“Sambil kita berkoordinasi dengan TNI-Polri, dan ketika situasi di atas sudah aman dan kondusif baru mereka siap kembali untuk melaksanakan tugas melayani masyarakat di wilayah Jila,” katanya.
Menurutnya, kepulangan para petugas ke Jila akan dilakukan setelah kondisi keamanan dinilai cukup aman untuk mendukung kembali berlangsungnya aktivitas pelayanan masyarakat.
Wabup Imbau Masyarakat Tetap Tenang
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengimbau seluruh masyarakat Mimika agar tetap tenang dalam menyikapi situasi yang terjadi di Distrik Jila.
Ia meminta masyarakat mempercayakan penanganan keamanan kepada aparat TNI-Polri yang saat ini melakukan langkah-langkah penanganan di wilayah tersebut.
Emanuel berharap situasi keamanan di Jila dapat segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Harap Korban Segera Ditemukan
Selain mengimbau masyarakat menjaga ketenangan, Emanuel menyampaikan harapan agar warga perempuan yang dibawa secara paksa oleh kelompok bersenjata dapat segera ditemukan dan dikembalikan kepada keluarga masing-masing dalam keadaan selamat.
“Saya pesan kepada saudara-saudaraku di atas, agar anak-anak perempuan yang dibawa paksa segera ditemukan dan bisa kembali ke orang tuanya masing-masing dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama dalam penanganan situasi di Jila.
Ajak Jaga Keamanan Mimika
Emanuel juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Mimika.
Menurutnya, kondisi yang aman dan damai diperlukan agar aktivitas masyarakat serta pelayanan pemerintahan dapat kembali berjalan secara normal.
“Tetap jaga tanah Mimika dan tanah Papua ini agar tetap aman dan damai,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika bersama aparat keamanan terus melakukan koordinasi untuk memastikan situasi di Distrik Jila dapat kembali kondusif sehingga pelayanan pendidikan, kesehatan dan pemerintahan kepada masyarakat dapat dipulihkan secara bertahap.

Komentar