WASIOR, Papuatengah.news – TNI Angkatan Darat melalui Komando Resor Militer (Korem) 182/Jazirah Onim membangun 16 titik sumur bor di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kemarau.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari Program TNI Manunggal Air yang ditujukan untuk memberikan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Komandan Korem 182/Jazirah Onim Kolonel Inf Irwan Budiana mengatakan pembangunan 16 titik sumber air bersih tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AD untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Yang dikerjakan TNI AD di Teluk Wondama, yaitu membangun 16 titik sumur bor. Satu titik itu bisa dinikmati 45 kepala keluarga dan 200 jiwa,” ujarnya di Wasior, Jumat (14/8/2026).
Target Tambah 30 Titik Sumur Bor
Irwan menjelaskan Program TNI Manunggal Air di wilayah Teluk Wondama masih terus dilaksanakan sesuai permintaan dari sejumlah tokoh masyarakat dan pihak gereja.
Ke depan, terdapat rencana penambahan sekitar 30 titik sumur bor untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang masih mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.
Program tersebut akan disinergikan dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama serta membutuhkan dukungan dari pihak kepolisian agar pembangunan dapat menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
“Kita sama-sama berkolaborasi untuk membangun sumur bor di tempat-tempat terpencil supaya masyarakat tidak kesulitan mendapatkan akses air bersih,” ucap Budiana.
Kemarau Perparah Keterbatasan Air
Bupati Teluk Wondama Elysa Auri mengapresiasi komitmen TNI AD yang telah menyelesaikan pembangunan 16 titik sumber air bersih bagi masyarakat.
Menurutnya, keberadaan sumur bor semakin dibutuhkan karena kondisi kemarau menyebabkan sejumlah sumber air permukaan mengalami penyusutan.
Bahkan, beberapa sungai di wilayah Teluk Wondama dilaporkan telah mengalami kekeringan sehingga masyarakat membutuhkan sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Apalagi, saat ini kondisi sangat panas. Di Wondama ini ada beberapa kali yang sudah kering, jadi sumur bor sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama berharap dukungan pembangunan sumber air bersih dapat terus diperluas sehingga masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan akses air dapat memperoleh layanan dasar tersebut secara lebih mudah.
14 Tahun Andalkan Air Sungai
Pemimpin Gereja Jemaat Kasih Karunia Allah Kampung Wasior II Pendeta Barnabas Desianto mengatakan pembangunan sumur bor oleh TNI AD menjawab kebutuhan masyarakat yang selama ini hanya mengandalkan air sungai.
Menurutnya, selama sekitar 14 tahun jemaat menggunakan air permukaan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sumur bor yang dibangun tersebut telah melalui proses pengujian selama dua hari dua malam sebelum akhirnya diresmikan dan dimanfaatkan masyarakat.
“Selama 14 tahun kami selalu menggunakan air permukaan, yakni air kali. Tetapi, dengan bantuan ini, kami akhirnya memiliki air bersih,” katanya.
Ia berharap pembangunan sumber air bersih serupa dapat diperluas ke gereja maupun permukiman masyarakat lainnya yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih.
Program pembangunan sumur bor tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat Teluk Wondama menghadapi dampak kemarau sekaligus memperkuat akses terhadap kebutuhan dasar air bersih secara berkelanjutan.

Komentar