NABIRE, PapuaTengah.news – Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) semakin tebal menyelimuti wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Senin (14/9/2026) pagi. Kondisi tersebut berdampak terhadap aktivitas penerbangan menuju Bandara Douw Aturure Nabire.
Pesawat Sriwijaya Air dengan rute Makassar atau Ujung Pandang menuju Nabire terpaksa mengalihkan pendaratan ke Bandara Frans Kaisiepo, Biak, karena jarak pandang di sekitar Bandara Douw Aturure tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan.
PESAWAT MENDARAT DI BIAK
Setelah dialihkan, pesawat Sriwijaya Air mendarat di Bandara Frans Kaisiepo Biak. Pesawat kemudian melakukan pengisian bahan bakar atau refuel sembari menunggu perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di wilayah Nabire.
Pengalihan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi udara di sekitar bandara yang masih dipengaruhi asap tebal akibat Karhutla.
MENUNGGU KONDISI NABIRE MEMBAIK
Penerbangan masih menunggu hingga kondisi di sekitar Bandara Douw Aturure dinilai memungkinkan bagi pesawat untuk melanjutkan perjalanan dan melakukan pendaratan di Nabire.
Kabut asap Karhutla yang semakin menebal menjadi perhatian karena tidak hanya berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas transportasi udara.
Kondisi penerbangan selanjutnya akan menyesuaikan perkembangan cuaca dan jarak pandang di wilayah Nabire.

Komentar