MANOKWARI, Papuatengah.news – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XIV memastikan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di seluruh perguruan tinggi di Tanah Papua berjalan sesuai ketentuan dan bebas dari praktik perpeloncoan.
Ketua LLDikti Wilayah XIV Dr. Suriel Semuel Mofu di Manokwari, Selasa (11/8/2026) malam, mengatakan pengelolaan kegiatan PKKMB oleh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, telah diarahkan mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Sampai saat ini belum pernah ada kasus-kasus perpeloncoan yang mencuat. Kalaupun ada, tentu kampus sudah kena sanksi berat,” kata Suriel.
Menurutnya, seluruh perguruan tinggi wajib mengikuti pedoman umum pelaksanaan PKKMB agar mahasiswa baru dapat merasa nyaman, lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, serta memahami sistem pembelajaran dan kehidupan akademik.
PKKMB Wajib Berikan Rasa Nyaman
Suriel menjelaskan pedoman pelaksanaan PKKMB telah diatur melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Nomor 472/DST/B.B2/DT.01.01/2026 yang diterbitkan pada 19 Juni 2026.
Pedoman tersebut menjadi acuan bagi perguruan tinggi dalam melaksanakan kegiatan pengenalan kampus bagi mahasiswa baru.
“Kegiatan pengenalan kampus harus berjalan dengan baik, kondusif, dan memberikan kenyamanan bagi mahasiswa baru,” ucapnya.
Ia menegaskan kegiatan PKKMB seharusnya menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi, memahami sistem akademik, serta membangun interaksi yang positif dengan civitas akademika.
Apresiasi Perguruan Tinggi di Papua Barat
LLDikti Wilayah XIV juga memberikan apresiasi kepada dua perguruan tinggi di Papua Barat yang secara aktif melibatkan lembaga tersebut dalam kegiatan PKKMB.
Kedua perguruan tinggi tersebut yakni Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan (IHTP) Papua dan Universitas Caritas Indonesia.
Suriel mengatakan pihaknya mengapresiasi pelaksanaan PKKMB yang dinilai berjalan lancar dan memberikan ruang bagi LLDikti untuk turut memberikan materi kepada mahasiswa baru.
“Biasanya kampus-kampus di Papua atau Papua Barat Daya yang mengundang LLDikti untuk memberikan materi saat PKKMB, tetapi kali ini dari Papua Barat. Saya sangat mengapresiasi atas kegiatan PKKMB yang berjalan lancar,” ujarnya.
Keterlibatan LLDikti dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa baru mengenai pendidikan tinggi, kehidupan akademik, serta berbagai kebijakan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan tinggi.
127 Perguruan Tinggi Tersebar di Tanah Papua
Suriel menyebut saat ini terdapat 127 perguruan tinggi negeri maupun swasta yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua, yakni Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.
Menurutnya, perkembangan kualitas perguruan tinggi di wilayah tersebut juga terus didorong melalui peningkatan akreditasi dan kompetensi tenaga pengajar.
Tingkat akreditasi keseluruhan perguruan tinggi saat ini telah mencapai sekitar 90 persen.
Selain itu, sebanyak 876 dosen dari 76 perguruan tinggi telah mengantongi sertifikasi, sementara sekitar 267 dosen lainnya dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti ujian sertifikasi pada 2026.
Peningkatan kualitas perguruan tinggi tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan terciptanya lingkungan kampus yang aman, nyaman, kondusif, dan mendukung mahasiswa dalam mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

Komentar