Nabire
Beranda / Nabire / Empat Anggota OPM di Puncak Jaya Serahkan Senjata dan Ikuti Proses Reintegrasi

Empat Anggota OPM di Puncak Jaya Serahkan Senjata dan Ikuti Proses Reintegrasi

egrasi. Tahapan selanjutnya justru berkaitan dengan bagaimana mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal, memperoleh pendampingan pemerintah serta diterima oleh keluarga dan masyarakat.

Ia mengajak seluruh pihak memberikan ruang bagi mereka untuk kembali membangun kehidupan melalui aktivitas sehari-hari bersama masyarakat.

“Senjata yang diserahkan hari ini menjadi tanda bahwa satu jalan lama telah ditinggalkan. Setelah ini mari kembali kepada keluarga, membangun kampung, berkebun, bekerja, beribadah, dan bersama-sama menjaga masa depan anak-anak Papua. Jalan damai selalu terbuka bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali,” tegas Pangkoops.

EMPAT ANGGOTA SERAHKAN SENJATA

Empat orang yang mengikuti proses reintegrasi tersebut yakni Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari OPM Kodap X/Tolikara serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni dari OPM Kodap XXVIII/Yambi.

Kopitua Tabuni diketahui menjabat sebagai Koordinator Lapangan (Danops Wil) OPM Kodap XXVIII/Yambi.

PLN Siapkan PLTS dan PLTMH untuk Kurangi Ketergantungan BBM di Nabire

Dalam prosesi yang berlangsung di Makodim 1714/Puncak Jaya, keempatnya menyampaikan ikrar untuk kembali hidup bersama masyarakat. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penciuman Bendera Merah Putih serta penyerahan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema.

Senjata yang diserahkan terdiri atas satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 mm, satu pistol revolver kaliber 9 mm, satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR yang diserahkan Bejo Tabuni, serta satu pistol Combat kaliber 9 mm yang diserahkan Lipar Tabuni.

Seluruh senjata tersebut selanjutnya diamankan dan ditangani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

REINTEGRASI MEMBUTUHKAN DUKUNGAN BERSAMA

Riyanto menyampaikan bahwa keberlanjutan proses reintegrasi tidak hanya bergantung pada aparat keamanan. Pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan keluarga memiliki peran dalam memastikan mereka dapat kembali menjalani kehidupan sosial secara normal.

Menurutnya, terciptanya keamanan perlu diikuti dengan pemulihan kehidupan masyarakat, pelayanan pemerintahan yang berjalan serta tumbuhnya kembali kepercayaan di tengah lingkungan sosial.

Rahmat Erwin Abdullah Raih Emas Angkat Besi Asian Games 2026 dengan Total 366 Kg

“Reintegrasi membutuhkan kerja bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan terutama keluarga,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat keamanan serta berbagai pihak yang mendukung proses reintegrasi.

Penyerahan senjata dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses reintegrasi empat anggota OPM sekaligus penanda komitmen mereka untuk meninggalkan kekerasan dan membuka lembaran kehidupan baru bersama keluarga dan masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement