NABIRE – Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Paulina Marey, mengajak seluruh anak di Papua Tengah untuk memanfaatkan berbagai program pendidikan yang telah disediakan pemerintah sebagai bekal utama dalam meraih cita-cita. Ajakan tersebut disampaikannya bertepatan dengan momentum peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026.
Menurut Paulina, Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menjamin terpenuhinya hak-hak dasar anak, mulai dari hak hidup, hak memperoleh pendidikan yang layak, perlindungan sosial, hingga lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang mereka.
Rangkaian peringatan HAN 2026 di Papua Tengah dipusatkan di SMA Plus Kolese Pendidikan Guru (KPG), Distrik Nabire Barat. Selain itu, berbagai kegiatan edukatif juga diselenggarakan di sejumlah lokasi, termasuk Klinik Santo Rafael Nabire yang menghadirkan program parenting, sastra, melukis, serta berbagai aktivitas kreatif bagi anak-anak.
Paulina menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang dinilainya terus menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan anak-anak di wilayah tersebut.
“Saya merasa bangga atas peringatan Hari Anak Nasional yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah. Ini mengindikasikan betapa besarnya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan hidup anak-anak agar memperoleh kehidupan yang layak,” ujar Paulina.
Pendidikan Tanggung Jawab Bersama
Paulina menegaskan bahwa keberhasilan dalam memenuhi hak-hak anak tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Menurutnya, diperlukan sinergi antara orang tua, guru, serta seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan fisik maupun mental anak.
Ia menilai pola pengasuhan yang baik serta keterlibatan keluarga menjadi faktor penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berkualitas.
“Pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama. Orang tua, guru, dan masyarakat harus saling mendukung agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh perhatian,” katanya.
Program Sekolah Sepanjang Hari Dinilai Efektif
Salah satu program pemerintah yang mendapat apresiasi dari Paulina adalah Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, program pendidikan berbasis pola asuh dan sistem asrama tersebut mampu memberikan pembinaan yang lebih menyeluruh karena tidak hanya berfokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar dan pembentukan karakter peserta didik.
“Program SSH merupakan program pendidikan berbasis pola asuh dan asrama yang luar biasa. Di sana anak-anak dididik, diberikan perlindungan, jaminan makan serta waktu istirahat yang cukup. Kami sangat mengapresiasi program ini,” ungkapnya.
Paulina menambahkan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan Indonesia Emas sekaligus membangun Papua Tengah sebagai daerah yang maju, adil, dan berkelanjutan.
Orang Tua Diminta Bijak Awasi Penggunaan Gadget
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Paulina juga mengingatkan para orang tua agar lebih bijak dalam mengawasi penggunaan gawai (gadget) oleh anak-anak.
Menurutnya, penggunaan teknologi harus tetap dibatasi agar tidak mengganggu proses belajar maupun menghilangkan hak anak untuk bermain dan bersosialisasi.
“Dunia anak tidak terlepas dari bermain, tetapi kita sebagai orang tua harus bijak. Kecanduan gawai bukan hal yang wajar. Bermain boleh, namun tetap harus ada batasannya. Anak-anak harus belajar, belajar dan terus belajar,” tegasnya.
Ia menilai pendampingan orang tua sangat penting agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengabaikan pendidikan maupun perkembangan sosialnya.
Manfaatkan Kesempatan Pendidikan Gratis
Menutup pesannya, Paulina mengajak seluruh anak di Papua Tengah untuk memanfaatkan berbagai program pendidikan gratis yang telah disediakan pemerintah daerah.
Program tersebut meliputi pendidikan gratis jenjang SMP hingga SMA/SMK, bantuan biaya kuliah, serta kesempatan mengikuti pendidikan kedinasan yang terbuka bagi seluruh anak yang berdomisili di Papua Tengah tanpa membedakan latar belakang.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan generasi muda mengisi berbagai profesi strategis di masa depan.
“Ini kesempatan bagi anak-anak Papua, bukan hanya Orang Asli Papua (OAP), tetapi semua anak yang berada di Papua Tengah. Raihlah cita-cita kalian. Papua Tengah masih membutuhkan guru, dokter, anggota TNI, polisi, politikus serta berbagai profesi lainnya, baik di pemerintahan maupun sektor swasta,” pungkasnya.

Komentar