NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya secara resmi menutup rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) golongan II dan III serta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024 di lingkungan Pemkab Intan Jaya. Kegiatan penutupan berlangsung di Aula Akper, Jalan Sam Ratulangi, Nabire, Rabu (29/7/2026).
Acara dipimpin langsung oleh Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, S.Kom., S.H., M.H., didampingi jajaran pejabat pemerintah daerah serta tamu undangan. Penutupan tersebut menandai berakhirnya proses pembinaan aparatur yang telah berlangsung sejak Mei 2026 sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya.
Bupati Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
Dalam sambutannya, Bupati Aner Maisini menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara serta Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua atas terselenggaranya pelatihan dasar yang berjalan sesuai rencana selama hampir dua bulan.
Ia menegaskan bahwa kelulusan dalam Latsar merupakan syarat utama bagi CPNS untuk dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) secara definitif.
Menurutnya, peserta tidak hanya diwajibkan lulus pelatihan dan memperoleh sertifikat, tetapi juga harus dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan oleh tim dokter Pemerintah Kabupaten Intan Jaya sebelum menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan.
Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh aparatur baru agar selalu memegang teguh nilai-nilai Panca Prasetya Korpri, menjaga integritas, etika, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.
Ia menekankan bahwa ASN harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjalankan tugas pemerintahan dengan penuh tanggung jawab, bukan sebagai pihak yang berkuasa.
BPSDM Papua Dorong Penerapan Ilmu di Tempat Tugas
Plt. Kepala BPSDM Provinsi Papua, Emanuel Korey, S.Sos., M.Si., turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dan pelatihan.
Ia berharap seluruh kompetensi, pengetahuan, serta nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti Latsar dan orientasi dapat diterapkan secara nyata dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Intan Jaya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur akan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang lebih profesional.
539 Peserta Ikuti Latsar dan Orientasi PPPK
Ketua Panitia sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Karier dan Kesejahteraan Pegawai Kabupaten Intan Jaya, Harry Kiswanto, S.T., melaporkan bahwa jumlah peserta yang mengikuti kegiatan mencapai 539 orang.
Peserta terdiri atas 454 CPNS golongan II dan III yang dibagi dalam tujuh angkatan serta 85 PPPK yang mengikuti orientasi dalam tiga angkatan.
Pelaksanaan kegiatan dimulai sejak 19 Mei 2026 menggunakan metode pembelajaran klasikal dengan mengacu pada kurikulum resmi yang ditetapkan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN).
Setelah melalui seluruh proses pembelajaran, evaluasi, dan penilaian akhir, seluruh peserta dinyatakan lulus dan berhak memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPL).
Perkuat Kualitas Pelayanan Publik di Intan Jaya
Penutupan Latsar CPNS dan Orientasi PPPK diakhiri dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta serta doa bersama yang dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan awak media.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Intan Jaya berharap seluruh aparatur baru mampu mengimplementasikan kompetensi yang telah diperoleh selama pelatihan, sehingga dapat memberikan pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Komentar