NABIRE, Papuatengah.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) resmi memulai rangkaian kegiatan pelayanan jemput bola administrasi kependudukan yang dipusatkan di Balai Kampung Wanggar Sari, Rabu (22/7/2026). Program tersebut bertujuan meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.
Program Jemput Bola Tingkatkan Kepemilikan Dokumen
Kepala Disdukcapil Kabupaten Nabire, Yohanes Pigome, menjelaskan bahwa program pelayanan jemput bola dilaksanakan untuk memperluas cakupan kepemilikan dokumen administrasi kependudukan di seluruh wilayah Kabupaten Nabire.
Melalui layanan tersebut, pemerintah berharap masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan dapat memperoleh pelayanan secara langsung tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.
Tiga Wilayah Jadi Sasaran Pelayanan
Pelaksanaan program tahun ini dibagi ke dalam tiga wilayah pelayanan utama.
Hari pertama dipusatkan di Distrik Wanggar yang melayani masyarakat dari Distrik Yaro, Wanggar, dan Nabire Barat. Selanjutnya, pelayanan berlanjut ke Distrik Makimi yang mencakup Siriwo, Napan, Moora, Makimi, hingga Teluk Kimi. Pada hari terakhir, tim pelayanan akan menyasar Distrik Uwapa beserta wilayah Distrik Teluk Umar.
Layani Berbagai Dokumen Kependudukan
Melalui kegiatan jemput bola ini, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen administrasi kependudukan.
Pelayanan meliputi pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Identitas Anak (KIA), akta kelahiran, akta kematian, serta berbagai dokumen kependudukan lainnya yang menjadi syarat dalam memperoleh pelayanan publik.
Dorong Partisipasi Masyarakat
Disdukcapil mengimbau masyarakat yang belum tercatat dalam database kependudukan agar memanfaatkan program tersebut.
Pemerintah menilai kepemilikan dokumen kependudukan sangat penting karena menjadi persyaratan utama dalam mengakses pelayanan publik, bantuan sosial, pendidikan, hingga berbagai urusan administrasi lainnya.
Bupati Tekankan Pentingnya Tertib Administrasi
Bupati Nabire Mesak Magai yang membuka kegiatan secara resmi menyampaikan pentingnya penataan administrasi kependudukan sebagai dasar penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, pembaruan data kependudukan menjadi langkah strategis untuk memastikan akurasi data masyarakat sekaligus menghindari berbagai persoalan administrasi yang pernah terjadi pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah.
Perbarui Data Pasca Pembentukan Papua Tengah
Pemerintah Kabupaten Nabire juga menegaskan perlunya penyesuaian dokumen kependudukan setelah terbentuknya Provinsi Papua Tengah.
Dengan dukungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, pemerintah berupaya memastikan seluruh identitas kependudukan masyarakat telah diperbarui sesuai wilayah administrasi yang baru.
Dukung Penyaluran Bantuan Sosial
Bupati menjelaskan bahwa data kependudukan yang akurat sangat penting dalam mendukung penyaluran berbagai program pemerintah, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Program jemput bola diharapkan mampu menertibkan data kependudukan hingga ke wilayah pinggiran dan daerah terisolasi sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan lebih tepat sasaran.
Kemendagri Perkuat Pelayanan di Daerah 3T
Pelaksana Harian Direktur Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Ahmad Ridwan, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendukung pelayanan administrasi kependudukan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Tim teknis dari Kemendagri turut diterjunkan untuk memastikan pelayanan pencetakan dokumen kependudukan dapat dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan.
Ingatkan Pentingnya Kesesuaian Data
Kemendagri juga mengingatkan masyarakat agar selalu memperbarui data kependudukan dan memastikan seluruh identitas pada akta kelahiran, kartu keluarga, maupun KTP memiliki data yang sama.
Kesesuaian identitas dinilai penting karena sering menjadi syarat utama dalam melanjutkan pendidikan maupun mengikuti seleksi penerimaan anggota TNI, Polri, dan aparatur negara lainnya.
Seluruh Pelayanan Diberikan Gratis
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh layanan administrasi kependudukan yang diberikan melalui program jemput bola tidak dipungut biaya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Kementerian Dalam Negeri berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki dokumen kependudukan lengkap sehingga dapat mengakses berbagai pelayanan publik secara optimal.

Komentar