NABIRE, Papuatengah.news – Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) membawa berbagai manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun di balik perkembangan tersebut, muncul tantangan baru berupa penyebaran informasi palsu yang semakin sulit dibedakan dari konten asli.
Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI), Ali Kabiay, mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai video yang beredar di media sosial maupun grup percakapan karena berpotensi merupakan hasil manipulasi teknologi AI.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sebuah video yang mencatut nama Menteri Pertanian Republik Indonesia dan menampilkan narasi seolah-olah menyampaikan pernyataan terkait harga beras di Tanah Papua.
Menurut Ali, setelah dilakukan penelusuran, video tersebut diduga telah dimanipulasi menggunakan teknologi Artificial Intelligence sehingga menghasilkan narasi yang tidak sesuai dengan pernyataan aslinya.
Masyarakat Diminta Lebih Kritis
Ali menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI saat ini memungkinkan foto diubah menjadi video, bahkan suara dan ucapan seseorang dapat direkayasa sehingga tampak sangat meyakinkan.
“Kemajuan AI harus disikapi dengan bijak. Masyarakat perlu memeriksa sumber informasi dan tidak langsung mempercayai atau membagikan video yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dalam ceramah asli Menteri Pertanian di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin tidak terdapat pernyataan mengenai harga beras di Papua turun menjadi Rp10.000 per kilogram maupun narasi lain yang ramai beredar di media sosial.
Menurutnya, penyebaran konten yang telah dimanipulasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, memicu perdebatan yang tidak perlu, serta merugikan pihak-pihak yang namanya dicatut dalam video tersebut.
Pentingnya Literasi Digital
Ali menilai kemampuan masyarakat dalam memahami dan memverifikasi informasi menjadi semakin penting di era kecerdasan buatan.
Literasi digital, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan mengenali informasi yang valid dan membedakannya dari konten hasil manipulasi.
Ia juga menyayangkan munculnya berbagai komentar negatif yang berkembang setelah video tersebut beredar luas di media sosial tanpa proses verifikasi yang memadai.
“Kemampuan membedakan informasi asli dan hasil manipulasi menjadi langkah awal untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat merugikan banyak pihak,” katanya.
Ajak Masyarakat Lakukan Verifikasi
BMP-RI mengajak seluruh masyarakat Papua untuk selalu melakukan pengecekan fakta sebelum mempercayai maupun membagikan suatu informasi.
Masyarakat juga diimbau memastikan sumber informasi berasal dari akun resmi, lembaga terpercaya, atau media yang memiliki kredibilitas, serta menghindari penyebaran konten yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dengan semakin berkembangnya penggunaan teknologi AI, kewaspadaan dan kecermatan masyarakat dinilai menjadi benteng utama dalam menjaga ruang digital tetap sehat, aman, dan bebas dari informasi yang menyesatkan.
(Papuatengah.news)

Komentar