Kesehatan Nasional
Beranda / Nasional / Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Dikarantina di Taiwan Terkait Wabah Hantavirus

Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Dikarantina di Taiwan Terkait Wabah Hantavirus

Seorang penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terkait dengan insiden wabah hantavirus tengah menjalani karantina di rumah sakit di Taiwan sebagai langkah pencegahan penyebaran penyakit.

Meski telah dinyatakan negatif dan tidak menunjukkan gejala, otoritas kesehatan Taiwan tetap mengisolasi penumpang tersebut hingga 6 Juni guna memastikan kondisi kesehatannya tetap aman.

Juru bicara Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC), Tseng Shu-hui, mengatakan penumpang itu tiba di Taiwan pada 7 Mei setelah sebelumnya turun dari kapal di Saint Helena pada 24 April.

Menurut Tseng, otoritas kesehatan Selandia Baru yang pertama kali menginformasikan keberadaan penumpang tersebut di Taiwan. Kontak terakhir dengan penumpang diketahui terjadi sekitar 20 hari lalu, tepatnya pada 25 April.

Ia menambahkan, risiko penularan penyakit kepada masyarakat dinilai masih rendah. Hingga kini, identitas serta detail perjalanan penumpang tersebut masih dirahasiakan oleh pihak berwenang.

Event Daerah di Timika Dongkrak Ekonomi dan UMKM Masyarakat

Sementara itu, Direktur Jenderal CDC Taiwan, Lo Yi-chun, menegaskan bahwa penumpang tersebut tidak kembali ke Selandia Baru setelah meninggalkan kapal, meski rute perjalanan sebelumnya belum dipublikasikan.

Kasus ini dikaitkan dengan strain Andes dari hantavirus, yaitu satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia.

Meski demikian, pejabat kesehatan menegaskan risiko penyebaran secara luas tetap sangat kecil dan berbeda dengan situasi pandemi COVID-19.

Hingga saat ini, wabah tersebut dilaporkan telah menyebabkan tiga kematian secara global. Otoritas kesehatan pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik, sembari terus mengikuti perkembangan informasi resmi terkait penyakit tersebut.

Wakil Bupati Nabire Nyalakan Obor Pattimura, Semangat Perjuangan Digaungkan di Tanah Papua

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement