Mimika – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menanggapi aksi penyampaian aspirasi terkait Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang sempat berlangsung saat kunjungan para kepala daerah se-Tanah Papua di Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu.
Menurut Rettob, aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan bagian dari perhatian bersama terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP), khususnya dalam membuka akses kerja yang lebih luas di berbagai sektor.
Ia menegaskan, setiap pencari kerja perlu memiliki kemampuan, keterampilan, serta integritas agar mampu bersaing dan diterima di dunia kerja.
“Pada prinsipnya setiap perusahaan tentu membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan, dedikasi, dan integritas. Ini yang harus terus dipersiapkan bersama,” ujar Rettob kepada awak media.
Pemerintah Kabupaten Mimika, lanjutnya, melihat peningkatan kualitas SDM sebagai langkah penting agar generasi muda Papua mampu bersaing di perusahaan swasta, dunia usaha, maupun berbagai sektor lainnya.
Karena itu, Pemkab Mimika berkomitmen memperkuat program pelatihan keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan berbagai program pengembangan kapasitas masyarakat.
“Kita ingin anak-anak Papua memiliki sertifikat keterampilan dan kemampuan yang bisa menjadi bekal saat melamar pekerjaan. Pemerintah harus hadir menyiapkan itu,” katanya.
Selain mendorong peningkatan keterampilan kerja, Rettob juga mengajak masyarakat untuk mulai melihat peluang di sektor kewirausahaan dan usaha mandiri, tidak hanya berorientasi menjadi pegawai negeri atau pekerja perusahaan besar.
Menurutnya, sektor usaha dan kewirausahaan memiliki peluang besar untuk berkembang di Mimika seiring pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatnya aktivitas pembangunan.
“Ke depan kita ingin semakin banyak anak-anak Papua yang menjadi pengusaha, kontraktor, maupun pelaku usaha mandiri yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” ujarnya.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga suasana yang kondusif dan saling mendukung demi kemajuan Papua, khususnya dalam meningkatkan kualitas SDM, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Orang Asli Papua.

Komentar