Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia serta didukung aparat TNI-Polri melakukan perbaikan jalan rusak akibat longsor di Distrik Tembagapura.
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan ruas jalan terputus dan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.
“Longsor disebabkan karena curah hujan yang tinggi, akhirnya jalannya yang longsor,” ujarnya.
Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap akses layanan kesehatan, khususnya menuju Rumah Sakit Banti, yang terdampak karena jalur penghubung dari Kampung Banti ke Tembagapura terputus.
Pemkab Mimika langsung berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia untuk mempercepat perbaikan. Proses perbaikan sudah dimulai sejak sehari setelah kejadian, dengan harapan akses dapat segera pulih jika kondisi cuaca mendukung.
Sementara itu, Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, menjelaskan longsor terjadi pada Sabtu malam (25/4) akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Menurutnya, akses jalan yang terdampak berada di jalur Kampung Kimbeli menuju Banti II. Hingga saat ini, kendaraan roda empat belum bisa melintas, namun masyarakat masih dapat melewati jalur tersebut dengan berjalan kaki.
“PT Freeport langsung turun menggunakan alat berat untuk memperbaiki akses jalan,” jelasnya.
Selain perbaikan jalan, tim gabungan juga meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir dan longsor, di mana beberapa pondok warga dilaporkan mengalami kerusakan.
Pemerintah distrik bersama seluruh staf masih berada di lokasi untuk mendampingi masyarakat. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini.
Dukungan juga datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika dan Dinas Pekerjaan Umum yang telah turun langsung ke lapangan guna membantu penanganan dan pemulihan kondisi di wilayah terdampak.

Komentar