Infrastruktur Inspirasi Mimika
Beranda / Mimika / Pemkab Mimika Jelaskan Arah Pembangunan, Johannes Rettob: Tidak Bisa Instan

Pemkab Mimika Jelaskan Arah Pembangunan, Johannes Rettob: Tidak Bisa Instan

Mimika – Memasuki dua tahun masa kepemimpinan pasangan JOEL (Johannes Rettob–Emanuel Kemong), berbagai respons publik mulai bermunculan terkait capaian pembangunan di Kabupaten Mimika. Sebagian masyarakat menilai perubahan, khususnya pembangunan fisik, belum terlihat signifikan.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara instan karena harus melalui tahapan, aturan, dan mekanisme yang jelas.

“Semua harus sesuai aturan. Tidak bisa kita kerjakan dulu baru menyusul administrasinya,” ujarnya.

Ia menjelaskan berbagai kebutuhan masyarakat seperti perbaikan jalan, penanganan sampah, penerangan, hingga air bersih memang telah teridentifikasi. Namun pelaksanaannya harus melalui proses perencanaan, penganggaran, hingga tender, terutama untuk proyek berskala besar seperti peningkatan kualitas jalan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menerima ratusan laporan masyarakat. Namun setelah diverifikasi, tidak semuanya dapat ditindaklanjuti karena sebagian laporan tidak memiliki dasar yang jelas atau tidak sesuai kondisi di lapangan.

Menteri UMKM: Kenaikan BBM Nonsubsidi Tidak Berdampak Signifikan ke UMKM

“Kami turun langsung ke lokasi, tetapi ada yang tidak sesuai fakta,” jelasnya.

Meski demikian, laporan yang valid tetap ditangani secara bertahap, khususnya yang berkaitan dengan kebutuhan dasar seperti sampah, jalan berlubang skala kecil, dan layanan publik lainnya.

Johannes juga menyoroti bahwa banyak aspirasi masyarakat berupa permintaan pembangunan baru, seperti rumah dan infrastruktur. Hal ini membutuhkan proses panjang karena harus masuk dalam skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam kondisi tertentu seperti bencana, pemerintah dapat bergerak lebih cepat. Ia mencontohkan penanganan banjir di kawasan SP1 dan SP5 yang telah dilakukan melalui normalisasi dan perbaikan drainase dalam waktu relatif singkat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari hasil fisik, tetapi juga dari pembenahan internal pemerintahan yang menjadi fokus pada awal masa kepemimpinan.

Korban Tewas Kecelakaan KRL di Bekasi Timur Bertambah Jadi Lima Orang

“Kami benahi dari dalam dulu, baru kemudian bergerak keluar lebih maksimal,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan seluruh langkah pembangunan dilakukan secara terukur, akuntabel, dan berkelanjutan, meski di tengah berbagai dinamika dan ekspektasi masyarakat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement