Internasional
Beranda / Internasional / Selat Hormuz Dibuka Kembali oleh Iran, Donald Trump Ucapkan Terima Kasih di Tengah Meredanya Ketegangan Timur Tengah

Selat Hormuz Dibuka Kembali oleh Iran, Donald Trump Ucapkan Terima Kasih di Tengah Meredanya Ketegangan Timur Tengah

Teheran/Washington – Pemerintah Iran resmi mengumumkan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz secara penuh. Keputusan ini langsung mendapat respons positif dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyampaikan apresiasinya melalui media sosial Truth Social.

Trump menyatakan rasa terima kasih atas dibukanya kembali jalur vital tersebut, yang selama ini menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia, khususnya pengiriman minyak mentah.

Pembukaan Selat Hormuz dilakukan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel. Gencatan senjata tersebut mulai berlaku pukul 17.00 waktu setempat dan menjadi titik awal meredanya ketegangan di kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa kapal-kapal komersial kini dapat kembali melintasi Selat Hormuz dengan aman, selama mengikuti jalur yang telah dikoordinasikan oleh otoritas maritim Iran.

Sebelumnya, Iran menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Penutupan ini sempat memicu kekhawatiran global, terutama terkait potensi gangguan pasokan energi dan lonjakan harga minyak dunia.

Diplomasi Energi ke Rusia Berbuah Hasil, RI Kantongi Tambahan Pasokan Crude dan LPG

Di sisi lain, Amerika Serikat juga sempat melakukan langkah balasan dengan memblokade kapal-kapal Iran, sehingga memperkeruh situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Upaya meredakan konflik sebenarnya telah dilakukan melalui perundingan antara AS dan Iran yang berlangsung di Islamabad, Pakistan. Namun, negosiasi tersebut belum membuahkan hasil karena kedua pihak tetap bertahan pada posisi masing-masing.

Amerika Serikat menuntut Iran untuk menghentikan program nuklirnya, sementara Iran menyoroti tindakan militer sekutu AS, termasuk Israel, yang dinilai memperburuk situasi di kawasan, khususnya di Lebanon.

Hingga kini, perkembangan di Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama dunia. Stabilitas jalur tersebut dinilai sangat krusial karena berpengaruh langsung terhadap keamanan energi global serta dinamika geopolitik internasional.

Prabowo Bertemu Putin di Kremlin, Indonesia Perkuat Kerja Sama Energi dan Ekonomi dengan Rusia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement