Jayapura – Gubernur Papua Matius D Fakhiri terus mematangkan rencana menghadirkan moda transportasi kereta api pertama di Tanah Papua. Langkah awal proyek ini ditandai dengan pertemuan bersama jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia sebagai bagian dari penjajakan pembangunan jaringan rel di Bumi Cenderawasih.
Dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026), Matius D Fakhiri menyebut pembahasan bersama Direktur Utama KAI menjadi tahapan penting untuk menghadirkan transportasi darat modern yang selama ini dinantikan masyarakat Papua. Menurutnya, rencana pembangunan kereta api di wilayah timur Indonesia juga mendapat perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, sebagai bagian dari pemerataan pembangunan infrastruktur nasional.
“Rencana awal memang baru mencakup rute Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura, namun ini menjadi pijakan awal untuk mewujudkan impian besar masyarakat Papua,” ujarnya.
Tahap awal pengembangan difokuskan pada jalur Kota Jayapura–Kabupaten Jayapura, yang diproyeksikan menjadi fondasi konektivitas transportasi darat di Papua. Pemerintah Provinsi Papua berharap proyek ini tidak berhenti pada satu lintasan, tetapi dapat berkembang menjadi jaringan yang lebih luas untuk menghubungkan berbagai wilayah strategis lainnya.
Selain melayani mobilitas penumpang, kereta api juga diproyeksikan menjadi tulang punggung distribusi logistik dan barang. Kehadiran moda ini diyakini akan mempercepat arus pasokan kebutuhan pokok, hasil bumi, dan komoditas ekonomi lainnya, terutama untuk wilayah yang selama ini masih bergantung pada jalur darat terbatas dan transportasi laut.
“Kereta api bukan hanya transportasi penumpang, tetapi juga akan dimanfaatkan untuk angkutan barang guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Jika tidak ada kendala, tim ahli dari PT Kereta Api Indonesia bersama tim khusus Pemerintah Provinsi Papua dijadwalkan melakukan survei rute pada akhir April 2026 sebagai bagian dari studi awal pembangunan rel. Tahap ini akan menjadi dasar penyusunan desain teknis, kebutuhan lahan, hingga analisis manfaat ekonomi proyek.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menyambut baik inisiatif Pemerintah Provinsi Papua. Menurutnya, pembangunan kereta api bukan sekadar menghadirkan sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan peradaban dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan, dari sisi ekonomi, jalur rel akan membuka akses baru, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Papua secara lebih merata.
Dengan dimulainya pembahasan ini, proyek kereta api Papua dinilai menjadi salah satu langkah strategis menuju pemerataan infrastruktur nasional, sekaligus membuka babak baru konektivitas modern di wilayah timur Indonesia.

Komentar