Nabire – Kecaman terhadap aksi kekerasan kelompok bersenjata di Papua Pegunungan terus menguat setelah serangan brutal yang menewaskan seorang pekerja bangunan sekolah di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Peristiwa tersebut dinilai bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan bentuk teror terbuka yang mengancam keselamatan warga sipil sekaligus merusak upaya pembangunan, khususnya di sektor pendidikan di wilayah pedalaman Papua.
Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, secara tegas mengutuk aksi tersebut. Ia menilai serangan terhadap pekerja yang tengah membangun fasilitas pendidikan sebagai perbuatan keji yang tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.
“Ini adalah tindakan biadab. Menyerang pekerja sipil yang sedang membangun sekolah berarti menyerang masa depan generasi Papua,” tegasnya.
Ali juga menekankan bahwa negara tidak boleh ragu dalam mengambil langkah tegas melalui aparat keamanan untuk memastikan para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Menurutnya, penegakan hukum yang cepat, profesional, dan transparan sangat penting untuk memulihkan rasa aman di tengah masyarakat, terutama bagi tenaga pendidik, pekerja pembangunan, dan warga sipil lainnya yang beraktivitas di wilayah rawan.
Ia menambahkan, keberlangsungan pembangunan di Papua sangat bergantung pada situasi keamanan yang kondusif. Oleh karena itu, semua pihak diharapkan dapat bersinergi menjaga stabilitas serta menolak segala bentuk kekerasan yang merugikan masyarakat luas.

Komentar