Mimika – Kepolisian Daerah Papua Tengah meminta PT Freeport Indonesia untuk menambah fasilitas kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis di area tambang guna memperkuat sistem keamanan. Permintaan tersebut disampaikan menyusul insiden penembakan yang menewaskan seorang karyawan di kawasan tambang di Kabupaten Mimika.
Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini, mengatakan pihak kepolisian telah meningkatkan pola pengamanan di sekitar area tambang dengan mengintensifkan patroli di sejumlah lokasi yang dinilai rawan.
“Meski kita tidak menambah personel pengamanan, namun pola pengamanan kita tingkatkan dengan mengintensifkan patroli, terutama di daerah-daerah yang kita nilai rawan,” kata Jermias.
Selain patroli, Polda Papua Tengah juga meminta pihak perusahaan tambang tersebut memperkuat sistem pengawasan melalui penambahan kamera CCTV di berbagai titik penting.
“Kami meminta pihak Freeport menambah CCTV untuk memperkuat pemantauan, terutama di titik-titik rawan,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan teknologi pengawasan sangat penting untuk membantu aparat keamanan memantau situasi di lapangan sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan keamanan.
Terkait pelaku penembakan, Kapolda menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman guna memastikan kelompok yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan. Kita masih dalami apakah KKB atau bukan, karena banyak kelompok bersenjata yang muncul. Kita berupaya mengidentifikasi kelompok mana yang melakukan penembakan di area Freeport,” jelasnya.
Sebelumnya, seorang karyawan yang bekerja di area tambang milik PT Freeport Indonesia dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak orang tak dikenal di kawasan bekas tambang terbuka Grasberg, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, pada Rabu (11/3) sekitar pukul 08.30 WIT.

Komentar