Hukum & Kriminal Mimika Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Guru SMPN 5 Mimika Diduga Dipukul Orang Tua Siswa Saat Mediasi, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Guru SMPN 5 Mimika Diduga Dipukul Orang Tua Siswa Saat Mediasi, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Mimika – Seorang guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Mimika, Yuli Lawe, diduga menjadi korban pemukulan oleh orang tua siswa hingga mengalami memar di mata sebelah kanan.

Peristiwa tersebut terjadi saat mediasi terkait dugaan tindakan disiplin terhadap seorang siswa. Yuli, didampingi rekan-rekan guru, melaporkan kejadian itu ke SPKT Polres Mimika, Selasa (24/2).

Kepada wartawan, Yuli menjelaskan bahwa insiden pemukulan terjadi di ruang Bimbingan Konseling (BK) pada Senin (23/2) saat mediasi yang melibatkan guru BK, wali kelas, dan bagian kesiswaan.

“Saya dipukul di ruang BK oleh ibu siswa itu. Kami sedang mediasi, mungkin dia emosi lalu pukul saya. Awalnya kami bicara baik-baik tapi ibu sudah emosi,” ujarnya.

Menurut Yuli, persoalan bermula pada akhir Januari 2026. Saat proses belajar mengajar telah berlangsung sekitar 15 menit, siswa yang bersangkutan tidak berada di kelas dan justru bermain basket di lapangan bersama temannya.

Pemprov Papua Tengah Gelar FGD Perhitungan Indeks Demokrasi Indonesia 2026

Ia kemudian mendatangi dan menegur siswa tersebut serta memukul menggunakan gagang sapu satu kali sebagai bentuk teguran.

“Saat itu saya mengajar sudah 15 menit berjalan, dua anak masih di luar main basket. Kemudian saya datangi dan saya tegur, pukul pakai sapu satu kali, bukan berkali-kali dan bukan dia sendiri tapi juga teman-temannya,” katanya.

Terkait tudingan bahwa tangan siswa mengalami patah akibat pukulan tersebut, Yuli membantah dan menilai tudingan itu tidak masuk akal karena laporan baru disampaikan dua minggu setelah kejadian.

“Kejadiannya sudah lama, kenapa setelah dua minggu baru tangannya patah. Ada jeda waktunya dan anaknya dalam keadaan baik-ba baik saja, masih masuk sekolah dan kelihatan sehat. Kalau memang patah, dari awal pasti sudah sakit,” ujarnya.

Yuli mengaku awalnya persoalan tersebut ingin diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi. Namun karena dirinya justru mengalami pemukulan, ia memilih menempuh jalur hukum.

Paulus Waterpauw Kecam Penembakan Pilot di Korowai, 11 Bandara Perintis Ditutup

“Saya melaporkan kejadian ini agar ke depan tidak terjadi lagi, karena sudah sering terjadi pemukulan terhadap guru,” pungkasnya.

Pihak kepolisian kini akan melakukan pendalaman terkait laporan tersebut.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement