Kesehatan Mimika
Beranda / Mimika / Status Kesehatan Babi di Mimika Turun dari Wabah Jadi Daerah Tertular

Status Kesehatan Babi di Mimika Turun dari Wabah Jadi Daerah Tertular

Mimika – Pemerintah Kabupaten Mimika resmi menurunkan status kesehatan hewan ternak, khususnya babi, dari kategori wabah menjadi daerah tertular. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Mimika Nomor 293 Tahun 2025 tentang Penetapan Status Penyakit Hewan di Wilayah Kabupaten Mimika.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, menjelaskan bahwa penurunan status ini merupakan hasil evaluasi dan pengendalian penyakit hewan yang telah dilakukan secara intensif selama satu tahun terakhir.

“Status Mimika saat ini bukan lagi wabah. Berdasarkan SK Bupati Nomor 293 Tahun 2025, kita masuk kategori daerah tertular. Ini menunjukkan adanya progres, meskipun untuk mencapai status bebas masih diperlukan surveilans selama dua tahun berturut-turut dengan hasil negatif,” jelas Sabelina.

Ia menegaskan, penurunan status tersebut menjadi langkah awal pemulihan sektor peternakan babi di Mimika. Namun demikian, pemerintah daerah masih memberlakukan pengendalian ketat sesuai regulasi dan standar operasional prosedur (SOP), khususnya terkait lalu lintas ternak dan produk peternakan.

Masuknya babi dan produk turunannya ke wilayah Mimika masih dilarang. Sementara itu, pengeluaran babi dari daerah diperbolehkan secara terbatas dengan syarat ketat, termasuk izin dinas serta hasil uji laboratorium seperti PCR dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

Kemensos Salurkan Rp1,2 Triliun Bansos PKH dan BPNT untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

“Tidak bisa sembarang mengeluarkan babi atau daging babi dari Timika. Harus ada izin dari dinas dan hasil uji laboratorium,” ujarnya.

Menurut Sabelina, kebijakan pengendalian ini tidak semata-mata bersifat pembatasan, melainkan bertujuan menjaga ketersediaan pangan lokal serta stabilitas harga di pasar. Pemerintah daerah ingin memastikan kebutuhan daging babi masyarakat Mimika tetap terpenuhi.

“Kalau dikeluarkan bebas tanpa kontrol, stok dalam daerah bisa berkurang dan berdampak pada inflasi. Itu yang kita jaga,” katanya.

Upaya pengendalian tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Tingkat inflasi Kabupaten Mimika terus menurun. Pada Desember 2025, inflasi tercatat sebesar 0,54 persen, jauh membaik dibandingkan periode sebelumnya ketika harga daging babi sempat mendorong inflasi hingga di atas tiga persen.

Selain itu, harga daging babi di pasaran kini relatif stabil dan terjangkau, berkisar Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Stabilitas harga ini sejalan dengan pemulihan populasi ternak babi yang telah meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan kondisi awal sebelum wabah.

Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan Indonesia ASRI, Sampah Jadi Isu Strategis Nasional

“Populasi sudah meningkat, ketersediaan aman, dan harga mulai stabil. Ini hasil kerja bersama yang harus kita jaga,” tambahnya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menegaskan bahwa seluruh kebijakan pengendalian lalu lintas ternak dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menjaga pasokan pangan, serta memastikan pemulihan sektor peternakan di Mimika berjalan berkelanjutan hingga daerah tersebut benar-benar berstatus bebas penyakit hewan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement