Ekonomi Kesehatan Mimika
Beranda / Mimika / Dinsos Mimika Salurkan Bantuan Sembako Rp10 Miliar untuk Masyarakat OAP di 18 Distrik

Dinsos Mimika Salurkan Bantuan Sembako Rp10 Miliar untuk Masyarakat OAP di 18 Distrik

TIMIKA, PapuaTengah.news – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menyalurkan bantuan sosial berupa sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP), yang tersebar di 18 distrik di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Hasan Kemong, di Timika, Rabu, mengatakan penyaluran bantuan telah dilaksanakan di 16 distrik, sementara dua distrik lainnya masih dalam tahap persiapan.

“Tinggal dua distrik yang belum disalurkan, yakni Distrik Mimika Barat Tengah dan Distrik Mimika Barat Jauh,” ujarnya.

PENYALURAN TELAH MENJANGKAU 16 DISTRIK

Hasan menjelaskan bahwa Dinsos Mimika terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di wilayah yang belum menerima bantuan agar proses penyaluran dapat segera dilaksanakan.

Dua distrik yang masih menunggu penyaluran tersebut adalah Mimika Barat Tengah dan Mimika Barat Jauh. Pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat penerima manfaat di seluruh wilayah sesuai dengan rencana program.

Kementerian PKP Alokasikan Program Bedah Rumah untuk 589 RTLH di Kabupaten Mimika

Dengan demikian, pelaksanaan bantuan sosial sembako diharapkan dapat menjangkau masyarakat OAP yang menjadi sasaran program di seluruh 18 distrik Kabupaten Mimika.

SETIAP PAKET BERISI LIMA JENIS KEBUTUHAN POKOK

Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan satu paket bantuan yang terdiri dari lima jenis kebutuhan pokok, yakni beras, minyak goreng, susu, gula, dan telur.

Hasan mengatakan jumlah penerima manfaat di setiap distrik berbeda-beda, menyesuaikan kondisi dan jumlah masyarakat yang menjadi sasaran bantuan.

Untuk wilayah distrik pedalaman, jumlah penerima bantuan berkisar antara 300 hingga 400 kepala keluarga (KK). Sementara itu, jumlah penerima manfaat di distrik perkotaan dan wilayah sekitarnya lebih banyak dibandingkan distrik pedalaman.

Menurutnya, Distrik Mimika Baru menjadi wilayah dengan jumlah penerima manfaat terbanyak karena berada di kawasan perkotaan Timika dan memiliki jumlah penduduk yang lebih besar.

Pemprov Papua Tengah Gandeng Bank Papua Salurkan BLT Rp16,8 Miliar untuk 4.000 Balita OAP

“Dari semua distrik di Mimika paling banyak yang disalurkan itu Distrik Mimika Baru. Saya tidak hafal persis jumlahnya tetapi Mimika Baru yang paling tinggi karena distrik itu ada di dalam Kota Timika dan jumlah penduduk penerima manfaatnya juga banyak,” ujarnya.

ANGGARAN BERSUMBER DARI DANA OTONOMI KHUSUS

Hasan menegaskan bahwa bantuan sembako tersebut secara khusus diperuntukkan bagi masyarakat lokal Orang Asli Papua (OAP). Hal ini karena pelaksanaan program menggunakan alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua Tahun Anggaran 2026.

Pemerintah Kabupaten Mimika mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk mendukung penyaluran bantuan sosial sembako kepada masyarakat penerima manfaat di 18 distrik.

“Total anggaran dari dana Otsus senilai Rp10 miliar untuk penyaluran bantuan sosial sembako kepada warga di 18 distrik,” ujarnya.

Penggunaan dana Otsus tersebut diarahkan untuk mendukung program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat OAP, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga.

Menko Polkam Dudung Abdurachman: Penetapan Mantan Petinggi Polri sebagai Tersangka Jadi Momentum Pembenahan Institusi

DUKUNG PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Penyaluran bantuan sembako merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Mimika dalam membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat, terutama keluarga OAP yang membutuhkan dukungan pemenuhan kebutuhan pokok.

Melalui bantuan tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat penerima manfaat dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memperoleh dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga terus mendorong agar pelaksanaan program bantuan sosial dapat berjalan sesuai sasaran dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk distrik-distrik yang memiliki keterbatasan akses geografis.

Dengan anggaran Rp10 miliar dari Dana Otsus Tahun 2026, program ini diharapkan menjadi bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Orang Asli Papua di Kabupaten Mimika.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement