SUGAPA, PapuaTengah.news – Kantor Bupati Intan Jaya, Papua Tengah, dilaporkan telah menjadi sasaran pembongkaran dan penjarahan hingga upaya pembakaran sebanyak empat kali sepanjang 2026. Rentetan kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan aset pemerintah daerah serta keberlangsungan pelayanan publik di Kabupaten Intan Jaya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Intan Jaya, Yoakim Mujizau, Jumat (30/10/2026), mengatakan aksi pembobolan kompleks perkantoran pemerintah daerah tersebut terjadi berulang kali dengan pola waktu yang relatif sama, yakni pada malam hari.
Menurutnya, kejadian terbaru pada 27 Oktober 2026 bahkan disertai upaya pembakaran gedung. Namun, material bangunan yang dirancang menggunakan bahan tahan api membuat api tidak sampai menghanguskan seluruh bangunan.
EMPAT KALI AKSI PEMBOBOLAN SEPANJANG 2026
Yoakim menjelaskan, aksi pembongkaran dan penjarahan di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Intan Jaya bukan pertama kali terjadi. Berdasarkan catatan yang disampaikan, terdapat empat kejadian sepanjang 2026.
Rangkaian kejadian tersebut meliputi:
- 3 Maret 2026: Pembongkaran dan penjarahan pertama menyasar Kantor Bupati dan Kantor Dinas Keuangan.
- 23 Maret 2026: Aksi serupa kembali terjadi dengan menyasar dua lokasi yang sama.
- 17 Oktober 2026: Pembongkaran dan penjarahan kembali terjadi untuk ketiga kalinya.
- 27 Oktober 2026: Aksi keempat terjadi dengan eskalasi berupa upaya pembakaran gedung.
Pemerintah Kabupaten Intan Jaya disebut telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Namun, hingga informasi ini disampaikan, identitas maupun motif pihak yang diduga terlibat belum terungkap.
MUNCUL BERBAGAI SPEKULASI TERKAIT DINAMIKA BIROKRASI
Belum terungkapnya pelaku dan motif kejadian memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, baik dari kalangan masyarakat asli, aparatur sipil negara (ASN), maupun warga pendatang di Kabupaten Intan Jaya.
Sejumlah rumor mengaitkan rentetan pembobolan tersebut dengan dinamika politik dan birokrasi daerah, khususnya isu demosi, mutasi, serta pergeseran jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain itu, muncul dugaan di tengah publik bahwa aksi kriminal tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk membentuk opini negatif terhadap Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya.
Spekulasi lainnya berkaitan dengan persaingan antarkelompok pejabat daerah dalam memperebutkan posisi strategis yang berhubungan dengan pengelolaan anggaran daerah, seperti Sekda, Dinas Keuangan, Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Pendidikan.
Meski demikian, berbagai dugaan tersebut masih sebatas rumor dan belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan aksi pembobolan maupun penjarahan. Karena itu, pengungkapan pelaku dan motif kejadian tetap membutuhkan hasil penyelidikan kepolisian.
AKTIVITAS PEMERINTAHAN DAN PELAYANAN PUBLIK TERANCAM
Rentetan perusakan dan penjarahan tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Hal ini mengingat keterbatasan fasilitas perkantoran di Kabupaten Intan Jaya, sehingga Kantor Bupati menjadi salah satu pusat aktivitas administrasi sejumlah perangkat daerah.
Sebagian besar dinas dan badan diketahui menjalankan aktivitas perkantoran di kompleks gedung tersebut. Sementara itu, sejumlah instansi telah memiliki gedung sendiri, di antaranya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Keuangan, Satpol PP, serta delapan kantor distrik.
Dengan kondisi tersebut, keamanan kompleks perkantoran menjadi perhatian penting agar aktivitas administrasi pemerintahan dan pelayanan masyarakat tidak terganggu akibat kejadian serupa.
DESAKAN AGAR PENANGANAN KASUS DIPERKUAT
Belum terungkapnya pelaku dalam empat kejadian tersebut mendorong munculnya desakan agar penanganan kasus mendapat perhatian lebih lanjut dari jajaran kepolisian di tingkat provinsi.
Sejumlah pihak menilai kondisi geografis Kota Sugapa yang relatif kecil perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam upaya pengungkapan kasus. Mereka berharap koordinasi antara Polres Intan Jaya dan Polda Papua Tengah dapat diperkuat untuk mempercepat proses penyelidikan.
Kapolda Papua Tengah pun didesak untuk memberikan dukungan penanganan kepada Polres Intan Jaya, termasuk kemungkinan mengambil langkah koordinasi dan penguatan penyelidikan sesuai kewenangan kepolisian.
Pengungkapan kasus secara transparan dan berdasarkan bukti dinilai penting untuk menghindari berkembangnya tuduhan tanpa dasar, menjaga hubungan di lingkungan birokrasi, serta mencegah munculnya polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah dan masyarakat berharap aparat kepolisian dapat mengungkap pihak yang bertanggung jawab beserta motif di balik rentetan pembobolan tersebut, sekaligus memastikan keamanan aset negara dan keberlangsungan pelayanan publik di Kabupaten Intan Jaya.

Komentar