NABIRE, PapuaTengah.news – Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mendorong keberlanjutan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) dengan melibatkan pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) yang telah berkembang sebagai instruktur bagi peserta pemula.
Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka (ILMEA) Dinas Perindustrian Nabire, Jenie YR Kawer, mengatakan program pelatihan tahun ini mencakup 10 jenis kegiatan yang disertai bantuan peralatan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
“Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah distrik, dengan jenis pelatihan disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan usaha masyarakat. Jumlah peserta bervariasi antara 20 hingga 25 orang, bergantung pada jenis kegiatan,” katanya di Nabire, Kamis.
Pengusaha Berpengalaman Bimbing Peserta Pemula
Jenie menjelaskan, salah satu contoh keberlanjutan program terlihat di Distrik Wanggar. Sejumlah kelompok usaha keripik di wilayah tersebut telah rutin memproduksi berbagai olahan pangan, sementara pelaku usaha yang lebih berpengalaman mulai membagikan keterampilannya kepada peserta baru.
Produk yang dihasilkan antara lain keripik pisang, keladi, ubi jalar, dan singkong dengan pilihan rasa manis, pedas, serta original.
Dalam pelatihan tahun ini, pelaku usaha OAP yang telah menjalankan usahanya dilibatkan secara langsung sebagai instruktur. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta pemula untuk belajar dari pengalaman pelaku usaha yang telah lebih dahulu mengembangkan produksinya.
“Jadi yang sudah berjalan ini, dia melatih yang baru pemula. Ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan program Dinas Perindustrian telah berdampak bagi pengusaha OAP,” ujar Jenie.
Kembangkan Berbagai Jenis Usaha Lokal
Selain industri keripik, Dinas Perindustrian Nabire juga mencatat adanya usaha pembuatan kecap yang telah berjalan sekitar dua tahun. Pelaku usaha yang sebelumnya mengikuti pelatihan juga dipersiapkan untuk menjadi instruktur pada kegiatan berikutnya.
Menurut Jenie, pelibatan pengusaha yang telah berkembang dapat membantu mempertahankan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan sekaligus memperluas manfaat program kepada masyarakat lainnya.
Dengan demikian, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan saat pelatihan berlangsung, tetapi juga berpeluang memperoleh pendampingan dari pelaku usaha yang memahami proses produksi dan pengelolaan usaha secara langsung.
Dana Otsus Rp3,6 Miliar untuk Pengembangan IKM OAP
Pemerintah Kabupaten Nabire sebelumnya mengalokasikan dana Otonomi Khusus (Otsus) sebesar Rp3,6 miliar untuk mendukung pengembangan IKM milik OAP melalui pelatihan dan bantuan peralatan di sejumlah distrik.
Program tersebut mencakup berbagai bidang usaha, mulai dari menjahit, servis elektronik, ukir kayu, pembuatan keripik, instalasi listrik, pengolahan sari gula jahe, depot air minum, hingga pembuatan batako.
Selain itu, terdapat pelatihan pembuatan bakso buah merah, produksi kecap, dan pengembangan batik Papua.
Melalui program tersebut, Dinas Perindustrian Nabire berupaya memperkuat keterampilan masyarakat, mendorong tumbuhnya usaha lokal, serta membangun pola pendampingan berkelanjutan dengan menjadikan pelaku usaha yang telah berkembang sebagai sumber pembelajaran bagi peserta baru.

Komentar