NABIRE, PapuaTengah.news – Pembangunan enam gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Papua Tengah telah rampung. Fasilitas tersebut tersebar di Kabupaten Nabire sebanyak empat gerai dan Kabupaten Mimika sebanyak dua gerai, sebagai bagian dari penyediaan sarana pendukung kegiatan koperasi di tingkat desa.
Kepala Seksi Teritorial Korem 173/PVB Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa mengatakan pembangunan fisik gerai KDMP menjadi salah satu bentuk dukungan TNI terhadap pelaksanaan program pemerintah.
“KDMP yang sudah selesai pembangunannya ada empat titik di Kabupaten Nabire dan dua titik di Kabupaten Mimika,” katanya di Nabire, Sabtu.
TUJUH TITIK DIBANGUN DI NABIRE
Fajar menjelaskan, pembangunan KDMP di Kabupaten Nabire saat ini dilakukan pada tujuh titik. Dari jumlah tersebut, empat gerai telah selesai, sementara tiga lokasi lainnya telah mencapai progres pembangunan di atas 95 persen.
Dengan capaian tersebut, seluruh tujuh titik pembangunan KDMP di Nabire saat ini telah mendekati tahap penyelesaian.
Sementara itu, dua gerai yang menjadi target pembangunan di Kabupaten Mimika telah rampung seluruhnya.
LOKASI TAMBAHAN MASIH DIDATA
Fajar mengatakan pengembangan gerai KDMP di Papua Tengah masih memungkinkan bertambah. Saat ini telah didata empat calon lokasi tambahan di Kabupaten Nabire dan tiga calon titik di Kabupaten Mimika.
Namun, pembangunan di lokasi tambahan tersebut masih menunggu terpenuhinya sejumlah persyaratan, terutama kesiapan lahan.
Salah satu ketentuan teknis yang menjadi pertimbangan adalah ketersediaan lahan minimal 600 meter persegi serta dukungan daya listrik sekurang-kurangnya 5.500 watt.
Selain aspek teknis, jumlah penduduk juga menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi agar keberadaan koperasi nantinya dapat mendukung kegiatan ekonomi masyarakat secara optimal.
“Sebetulnya satu desa itu ada satu KDMP. Tapi kita lihat dulu situasi penduduknya, karena harus minimal 500 kepala keluarga. Kita utamakan mungkin di daerah-daerah yang padat penduduknya terlebih dahulu,” ujar Fajar.
PEMBANGUNAN DIIKUTI PENDAMPINGAN
Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto Tirta Mentari menegaskan bahwa selesainya pembangunan fisik belum berarti gerai langsung diserahkan untuk dikelola sepenuhnya oleh pengurus koperasi.
Menurutnya, masih terdapat tahapan pendampingan untuk memastikan pengurus memiliki kesiapan dalam menjalankan operasional koperasi.
“Bukan bangunan selesai nanti langsung diserahkan ke pengurus koperasi daerah. Ada proses mentoring bagaimana administrasinya dan pengelolaannya,” katanya.
Pendampingan tersebut mencakup pengelolaan administrasi, rantai pasok, sistem penjualan hingga peningkatan kapasitas pengurus koperasi.
DORONG DISTRIBUSI DAN PEMASARAN PRODUK LOKAL
Kehadiran gerai KDMP diharapkan dapat memperkuat infrastruktur ekonomi di tingkat desa. Setelah mulai beroperasi, fasilitas tersebut diproyeksikan dapat membantu memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka saluran pemasaran bagi berbagai produk lokal.
Dengan pembangunan fisik yang terus bertambah dan proses pendampingan yang dilakukan secara bertahap, KDMP di Nabire dan Mimika diarahkan agar tidak hanya memiliki fasilitas yang memadai, tetapi juga kesiapan pengelolaan sehingga dapat menjalankan fungsi ekonomi di tengah masyarakat.

Komentar