Inspirasi Mimika Nasional Pendidikan
Beranda / Pendidikan / YPMAK Utamakan Prestasi dalam Pemberian Beasiswa bagi Tujuh Suku di Mimika

YPMAK Utamakan Prestasi dalam Pemberian Beasiswa bagi Tujuh Suku di Mimika

papuatengah.news – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro mulai mengutamakan jalur prestasi dalam pemberian beasiswa dan bantuan pendidikan bagi putra-putri Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan, yakni Dani, Damal, Moni, Mee, dan Nduga yang sedang menempuh pendidikan tinggi.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, di Timika, Senin, mengatakan penerapan sistem berbasis kualitas dan prestasi dilakukan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tengah tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Keberpihakan tetap ada untuk anak-anak Amungme dan Kamoro, juga lima suku kerabat dan Papua lain, tetapi sistemnya kita sudah mulai dengan kualitas dan prestasi,” kata Leonardus.

Ia menjelaskan, mahasiswa penerima beasiswa yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri maupun swasta diwajibkan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00 sebagai syarat mempertahankan bantuan pendidikan.

Menurut Leonardus, YPMAK saat ini menjadi lembaga yang sangat diharapkan masyarakat dalam penyediaan beasiswa dan bantuan pendidikan bagi lulusan SMA dari wilayah Amungme, Kamoro, dan lima suku kerabat lainnya.

Tiga Anak Kamoro dari Mimika Ukir Prestasi Nasional dan Jadi Inspirasi Generasi Papua

Tingginya kebutuhan bantuan pendidikan terlihat dari jumlah penerima beasiswa yang terus meningkat setiap tahun. Kuota penerima yang sebelumnya ditetapkan Dewan Pembina sebanyak 3.000 orang kini telah melampaui 4.000 penerima.

“Kuota beasiswa saat ini sudah melebihi yang sudah diputuskan Dewan Pembina YPMAK yang hanya untuk 3.000 tetapi sekarang ini sudah lebih 4.000 penerima,” ujarnya.

Selain sektor pendidikan, dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia yang dikelola YPMAK juga digunakan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat, pelayanan kesehatan, dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya.

Namun demikian, pelaksanaan program YPMAK pada 2026 turut terdampak kondisi operasional PT Freeport Indonesia pascainsiden longsor di area tambang bawah tanah yang terjadi pada 8 September 2025.

Leonardus berharap situasi operasional tambang dapat segera kembali normal sehingga seluruh program pemberdayaan masyarakat, termasuk beasiswa pendidikan, dapat berjalan optimal kembali.

Koops TNI Habema Evakuasi 44 Pendulang Emas dari Distrik Awimbon Pascagangguan Keamanan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement