Ekonomi Inspirasi Nabire
Beranda / Nabire / Tokoh Mee Nabire Soroti Dampak Kenaikan Harga BBM Eceran, Minta Pemkab Evaluasi Kebijakan

Tokoh Mee Nabire Soroti Dampak Kenaikan Harga BBM Eceran, Minta Pemkab Evaluasi Kebijakan

NABIRE, Papuatengah.news – Salah satu Kepala Suku Mee di Nabire, Jhon Iyowogi Nawipa, menyampaikan keprihatinannya terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) eceran yang dinilai berdampak langsung pada kondisi ekonomi masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Menurut Jhon, pemberlakuan Surat Edaran Bupati Nabire Nomor 500.10.1/1061/Set Tahun 2026 tentang penyediaan, pendistribusian, dan harga jual BBM eceran memicu kenaikan harga BBM di tingkat pengecer yang kemudian diikuti meningkatnya harga berbagai kebutuhan pokok di kios maupun toko.

Kenaikan BBM Berdampak pada Biaya Hidup

Jhon menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Nabire menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan hasil kebun, seperti sayur-mayur. Kenaikan harga BBM ikut mendorong meningkatnya biaya transportasi, termasuk tarif ojek yang digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil kebun ke pasar.

Akibatnya, beban ekonomi masyarakat semakin berat karena biaya produksi dan distribusi meningkat, sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan.

“Kami memahami bahwa pemerintah memiliki kewajiban menjalankan aturan. Namun kami juga berharap para pedagang tidak serta-merta menaikkan harga seluruh barang ketika harga BBM mengalami penyesuaian. Yang diatur dalam surat edaran adalah harga BBM, bukan seluruh kebutuhan pokok,” ujar Jhon.

Pemkab Nabire Alokasikan Rp14 Miliar untuk Operasional RSUD, Bantu Lunasi Utang Obat Rp7 Miliar

Harga BBM Eceran Naik hingga Rp20 Ribu

Jhon mengungkapkan bahwa sebelum surat edaran tersebut diberlakukan, harga BBM eceran masih berkisar Rp14.000 per liter.

Namun saat ini, di sejumlah wilayah di Kabupaten Nabire, harga BBM eceran telah mencapai sekitar Rp20.000 per liter.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Nabire karena berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Ia juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kondisi ekonomi warga yang sebagian besar berpenghasilan rendah dan masih harus memenuhi berbagai kebutuhan keluarga, termasuk biaya pendidikan anak.

Petani Rasakan Beban Semakin Berat

Keluhan serupa disampaikan salah seorang warga Nabire, Yosina Nawipa, yang mengaku sangat merasakan dampak kenaikan harga BBM.

Mulai 1 Juli 2026, Indonesia Terapkan Biodiesel B50, Ini Manfaat dan Tantangannya

Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar turut memicu meningkatnya harga sembako, sementara hasil penjualan sayur yang menjadi sumber penghasilan keluarganya justru mengalami penurunan.

“Kebutuhan keluarga terus bertambah, mulai dari uang jajan anak sekolah hingga kebutuhan makan dan minum sehari-hari. Pendapatan kami semakin kecil sehingga kondisi ini sangat memberatkan,” katanya.

Biaya Transportasi ke Kebun Meningkat

Yosina menjelaskan bahwa banyak warga Nabire tinggal di sekitar wilayah kota, tetapi memiliki kebun di kawasan SP, Yaro, dan Lagari.

Kenaikan tarif transportasi menyebabkan biaya menuju kebun menjadi lebih mahal. Di sisi lain, hasil panen yang dibawa ke pasar sering kali tidak habis terjual sehingga harus dibawa pulang kembali.

Kondisi tersebut membuat keuntungan para petani semakin berkurang dan berdampak pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Polres Paniai dan TNI Amankan Peresmian Monumen Karel Gobai, Berlangsung Aman dan Khidmat

Harap Ada Evaluasi Kebijakan

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Nabire dapat mengevaluasi dampak kebijakan terkait harga BBM eceran dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.

Selain menjaga ketertiban distribusi BBM, pemerintah juga diharapkan mampu menghadirkan solusi yang dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya petani, pelaku usaha kecil, dan Orang Asli Papua.

(Papuatengah.news)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement