NABIRE, PapuaTengah.news – SMA YPBI Sion Samabusa, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mendapatkan bantuan revitalisasi pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI tahun 2026 dengan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan gedung baru, rehabilitasi ruang kelas dan fasilitas sekolah lainnya, termasuk penataan lapangan upacara.
Kepala SMA YPBI Sion Samabusa, William Raya, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah tersebut.
Saat ditemui Papuapos Nabire pada akhir pekan lalu, William mengatakan bantuan revitalisasi ini memberikan kesempatan bagi sekolah untuk memperbaiki fasilitas yang dibutuhkan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.
ANGGARAN RP1,7 MILIAR UNTUK PEMBANGUNAN DAN REHABILITASI
William menjelaskan, dana revitalisasi sebesar Rp1.700.000.000 dialokasikan untuk pembangunan dua ruang baru, yakni ruang Bimbingan Konseling (BK) dan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Selain pembangunan gedung baru, anggaran tersebut juga digunakan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas, satu ruang kantor, dua unit MCK, serta satu laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Penataan lingkungan sekolah turut menjadi bagian dari pekerjaan revitalisasi. Lapangan upacara yang sebelumnya membutuhkan perbaikan kini dilakukan penimbunan sehingga diharapkan menjadi lebih rapi dan bersih untuk mendukung aktivitas sekolah.
Menurut William, pembangunan dan rehabilitasi tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan fasilitas pendidikan yang lebih memadai.
PENGAWASAN PEMBANGUNAN MENJADI PERHATIAN
Dalam pelaksanaannya, William menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi agar berjalan sesuai dengan perencanaan.
Ia menyampaikan bahwa progres pembangunan yang dilaporkan saat itu masih berada pada tahap awal, yakni sekitar 9 persen. Karena itu, pengawasan secara internal oleh pihak sekolah maupun pemantauan langsung dari Kemendikdasmen dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan baik.
Pekan lalu, pihak Kemendikdasmen juga telah turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan pembangunan fasilitas di SMA YPBI Sion Samabusa.
Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program revitalisasi berjalan sesuai dengan tujuan, yakni meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
KEPALA SEKOLAH AJAK GURU DAN SISWA LEBIH BERSEMANGAT
William berharap pembangunan dan rehabilitasi fasilitas sekolah dapat mendorong peningkatan semangat guru dan siswa dalam menjalankan kegiatan pendidikan sehari-hari.
Ia berpesan agar seluruh warga sekolah memanfaatkan perubahan fasilitas tersebut dengan meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat dalam melaksanakan tugas masing-masing.
Menurutnya, peningkatan fasilitas harus diikuti dengan perubahan sikap dan budaya kerja di lingkungan sekolah. Guru diharapkan dapat menjalankan tugas secara tepat waktu, sementara siswa juga perlu mengikuti kegiatan belajar dengan tertib dan penuh semangat.
William berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan dengan baik sehingga fasilitas yang tersedia nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi kegiatan belajar mengajar.
DUKUNGAN FASILITAS DIHARAPKAN TINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN
Program revitalisasi di SMA YPBI Sion Samabusa diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman, bersih, dan mendukung aktivitas pembelajaran.
Dengan tersedianya ruang kelas yang direhabilitasi, gedung BK dan UKS yang baru, serta fasilitas pendukung lainnya, sekolah diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada para siswa.
William menyampaikan terima kasih atas dukungan Kemendikdasmen RI dan berharap pembangunan tersebut dapat diselesaikan sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh warga sekolah.

Komentar