NABIRE, Papuatengah.news – Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengalokasikan penyerapan sebanyak 15 ton beras biofortifit pada 2026 untuk disalurkan sebagai bantuan pangan dalam mendukung penanganan stunting.
Beras tersebut akan dimanfaatkan sebagai bagian dari intervensi pemenuhan gizi bagi anak-anak yang masuk dalam lokus stunting serta kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pangan bergizi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire Yasor Victor Sawo mengatakan hingga saat ini pemerintah daerah telah menyerap empat ton beras biofortifit dari hasil produksi petani lokal.
“Di tahun 2026 ini kita alokasikan penyerapan sebanyak 15 ton. Sudah empat ton yang diserap,” katanya di Nabire, Kamis (13/8/2026).
Produksi Lokal Belum Penuhi Kebutuhan
Yasor menjelaskan hasil panen padi biofortifit yang dikembangkan di Kabupaten Nabire belum mencukupi kebutuhan penyerapan yang telah dialokasikan pemerintah daerah.
Karena itu, sebagian kebutuhan beras biofortifit akan didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi jumlah yang diperlukan dalam program bantuan pangan tersebut.
Menurutnya, produksi dari lahan percontohan tahun ini hanya mencapai sekitar 12 ton akibat kendala kemarau dan keterbatasan ketersediaan air.
“Kalau kondisinya normal, prediksi kita satu hektare itu enam ton. Berarti lima hektare seharusnya dapat 30 ton, tetapi kemarin cuma dapat 40 persen atau sekitar 12 ton,” ujarnya.
Beras yang berhasil diserap selanjutnya akan dikemas menggunakan kemasan khusus dengan logo Pemerintah Kabupaten Nabire sebelum disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat.
Bantuan Sasar 122 Anak di 15 Distrik
Program bantuan beras biofortifit tersebut akan diarahkan untuk mendukung intervensi terhadap 122 anak yang masuk dalam lokus stunting di 15 distrik berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan alokasi sebanyak 10 kilogram beras per penerima manfaat setiap bulan.
Selain diberikan kepada anak yang masuk dalam lokus stunting, bantuan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung intervensi gizi melalui Posyandu yang berada di wilayah lokus stunting.
Program tersebut turut menyasar kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat intervensi pencegahan dan penanganan stunting.
Gunakan Beras Merah Inpari Arumba
Beras biofortifit yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Nabire menggunakan varietas Inpari Arumba.
Jenis beras merah tersebut memiliki kandungan gizi dan antioksidan serta kadar gula yang rendah sehingga dinilai sesuai untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat.
Penggunaan hasil produksi lokal juga diharapkan dapat memberikan manfaat tambahan bagi petani sekaligus memperkuat keterkaitan antara program ketahanan pangan dan peningkatan kualitas konsumsi masyarakat.
Panen Perdana Digelar di Bumi Raya
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nabire melaksanakan panen perdana padi biofortifit Inpari Arumba pada 29 Juli 2026.
Panen dilakukan dari lahan demplot seluas lima hektare yang berada di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat.
Pengembangan padi biofortifit tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Nabire memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat.
Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap produksi pangan bergizi dapat terus dikembangkan sehingga mampu mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari strategi penanganan stunting di Kabupaten Nabire.

Komentar