NABIRE, Papuatengah.news – Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, terus memperkuat pembangunan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan enam Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan dilengkapi berbagai fasilitas usaha perikanan terpadu.
Program yang didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut diharapkan mampu menekan biaya operasional nelayan, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nabire, Anton Pekei, mengatakan enam KNMP dibangun di dua kelurahan, yakni Siriwini dan Kalibobo, serta empat kampung lainnya yaitu Makimi, Sanoba, Sima, dan Yaro.
“Dengan adanya KNMP kami menargetkan biaya operasional nelayan turun hingga 15 persen dan pendapatan bersih naik hingga 20 persen,” kata Anton saat peletakan batu pertama pembangunan KNMP di Kelurahan Siriwini, Selasa (11/8/2026).
Dilengkapi Cold Storage hingga Koperasi
Anton menjelaskan, pembangunan KNMP tidak hanya berfokus pada infrastruktur dasar, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang dapat mendukung seluruh rantai usaha perikanan, mulai dari produksi hingga pemasaran hasil tangkapan.
Fasilitas yang dibangun meliputi cold storage, tempat pendaratan ikan, pabrik es, tempat perbaikan kapal, kios usaha, serta kantor koperasi yang akan menjadi pusat pengelolaan ekonomi nelayan.
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi masyarakat pesisir, terutama keterbatasan sarana penyimpanan, distribusi hasil tangkapan, serta dukungan usaha bagi nelayan.
Kelurahan Siriwini ditetapkan sebagai salah satu lokasi utama atau hub KNMP karena memiliki 329 kepala keluarga nelayan aktif dengan potensi perikanan tangkap yang cukup besar. Selain Siriwini, Kampung Sima juga dipersiapkan sebagai pusat pengembangan ekonomi pesisir.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Nabire mengusulkan 12 lokasi pembangunan KNMP. Namun, pemerintah pusat menetapkan enam lokasi yang dinilai memiliki potensi strategis untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Dikelola Koperasi Desa Merah Putih
Setelah pembangunan selesai, seluruh fasilitas KNMP akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih dan menjadi aset milik kampung maupun kelurahan.
Pemerintah daerah juga akan menyiapkan pelatihan dan pendampingan kepada pengelola agar seluruh fasilitas dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan.
Pendampingan tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mengelola sarana ekonomi secara profesional dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan.
Bagian dari Strategi Pembangunan Wilayah
Bupati Nabire, Mesak Magai, mengatakan pembangunan kawasan pesisir merupakan bagian dari strategi pembagian wilayah pembangunan berdasarkan potensi ekonomi masing-masing daerah.
“Zona pesisir dan kepulauan diberdayakan dengan potensi nelayan dan pariwisata, zona perkotaan dengan perikanan, perdagangan dan jasa, sedangkan zona pegunungan dengan kakao, peternakan dan pertanian,” ujarnya.
Menurut Mesak, Kabupaten Nabire memiliki potensi perikanan laut yang besar dan selama ini menjadi salah satu daerah pemasok hasil tangkapan untuk berbagai wilayah di Papua Tengah.
Produksi ikan dari kawasan Teluk Cenderawasih dan Teluk Umar tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Nabire, tetapi juga dipasarkan ke sejumlah daerah lain seperti Deiyai, Dogiyai, dan Paniai.
Karena itu, pembangunan KNMP diharapkan dapat memperkuat kapasitas ekonomi nelayan, memperluas lapangan kerja, sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perikanan bagi masyarakat pesisir.
Program KNMP sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pemerataan pembangunan, serta mendukung upaya pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir.

Komentar