Nabire – Kapolda Papua Tengah, Jermias Rontini melakukan kunjungan ke pabrik pakan ternak milik CV Pudidi yang berada di SP1 Jalur 6 Timur, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Minggu (17/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda didampingi Kapolsek Nabire Barat, Adam Mahardika Siagian untuk meninjau langsung proses produksi pakan ternak sekaligus berdiskusi dengan Direktur CV Pudidi, Osea Petege.
Pabrik yang mulai beroperasi sejak Desember 2025 itu memproduksi pakan ayam, babi, dan sapi dengan kapasitas produksi mencapai 3 hingga 4 ton per hari atau sekitar 120 ton per bulan. Bahan baku utama berupa jagung dibeli langsung dari petani lokal di wilayah Lagari, Wanggar, SPA, dan SPC.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Papua Tengah menilai keberadaan industri pakan ternak lokal sangat penting karena mampu membantu peternak sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Pabrik pakan ternak ini sangat bermanfaat bagi peternak, petani jagung, dan juga mampu menyerap tenaga kerja masyarakat. Ini harus mendapat dukungan bersama,” ujar Jermias Rontini.
Menurutnya, harga pakan ternak produksi lokal lebih terjangkau dibandingkan produk dari luar Papua. Selain itu, kandungan protein pakan dinilai cukup baik dan mampu bersaing di pasaran. Pihak kepolisian juga berkomitmen mendukung pengembangan industri tersebut melalui koordinasi bersama instansi terkait.
Kapolda menambahkan, kunjungan itu menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Ia berharap pengembangan industri lokal seperti CV Pudidi dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah.
Sementara itu, Direktur CV Pudidi, Osea Petege, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Papua Tengah ke pabrik miliknya. Ia berharap dukungan pemerintah dan masyarakat dapat meningkatkan kepercayaan peternak terhadap produk pakan lokal yang diproduksi di Nabire.
Menurut Osea, saat ini pabrik memiliki dua mesin produksi dengan kapasitas hingga 120 ton per mesin. Namun produksi masih berada di kisaran 2 hingga 3 ton per minggu karena permintaan pasar yang belum tinggi. Ia optimistis ke depan industri tersebut dapat berkembang dan memberi dampak ekonomi lebih besar bagi petani jagung dan masyarakat lokal.

Komentar