Mimika – Harga elpiji non-subsidi ukuran 12 kilogram di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi mengalami kenaikan signifikan.
Per Senin (20/4), harga elpiji 12 kg naik sebesar 10,25 persen, dari sebelumnya Rp350.000 menjadi Rp390.000 per tabung. Kenaikan ini mulai diberlakukan oleh sejumlah distributor, di antaranya PT Mitra Indimatan dan PT Indo Papua Grup, menyusul penyesuaian harga nasional oleh Pertamina Patra Niaga.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan PT Pertamina (Persero) yang lebih dulu menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi, termasuk Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg, sejak 18 April 2026 di seluruh Indonesia.
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kala, menjelaskan kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya harga energi global akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
“Untuk harga yang naik ialah biaya tebus LPG dari agen ke Pertamina yang berlaku secara nasional, tidak hanya di Papua. Sementara harga jual di lapangan akan disesuaikan oleh masing-masing agen,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyesuaian harga ini sejalan dengan kebijakan nasional, di mana harga LPG non-subsidi mengalami kenaikan yang bervariasi di berbagai daerah.
Untuk konsumen rumah tangga, harga isi ulang Bright Gas 12 kg secara nasional naik sekitar 14–19 persen atau berkisar Rp36.000 per tabung. Namun, harga di wilayah timur Indonesia, termasuk Papua, tercatat lebih tinggi dibandingkan wilayah barat.
Berdasarkan data resmi Pertamina, harga elpiji 12 kg di Papua berada di kisaran Rp285.000 per tabung di tingkat agen, dan dapat meningkat lebih tinggi di tingkat konsumen akibat biaya distribusi, terutama untuk wilayah di luar radius 60 kilometer dari SPBE.
Kondisi tersebut turut menjelaskan tingginya harga elpiji di Timika yang kini mencapai Rp390.000 per tabung.
Junaedi juga menyampaikan pihaknya belum dapat memastikan apakah harga akan kembali turun atau mengalami kenaikan lanjutan, mengingat harga LPG sangat bergantung pada dinamika harga energi dunia.
“Ke depan kami belum dapat memastikan karena harga bersifat tentatif mengikuti harga dunia. Namun untuk stok LPG di Mimika saat ini dipastikan aman dan distribusi tetap berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.
Selain elpiji, pemerintah melalui Pertamina juga melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada pertengahan April 2026, seiring kenaikan harga minyak dunia.

Komentar