TIMIKA, PapuaTengah.news – Balai Benih Umum (BBU) Mimika yang berada di Jalan Poros Mapurujaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tidak hanya dimanfaatkan sebagai lokasi pengembangan dan budidaya tanaman, tetapi juga menjadi tempat edukasi pertanian bagi pelajar hingga mahasiswa.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika, Abul Haris Sudarmono, mengatakan saat ini sejumlah pelajar dan mahasiswa tengah melaksanakan praktik belajar lapangan di BBU Mimika.
“Saat ini yang sedang melaksanakan praktik belajar di sini ada yang dari SMK Pertanian dan ada juga mahasiswa dari Universitas Timika,” ujar Abul Haris di Timika, Senin.
Mahasiswa Belajar Langsung di Lapangan
Abul Haris menjelaskan mahasiswa Universitas Timika melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di BBU Mimika selama Juli hingga Agustus.
Selama mengikuti kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pembelajaran mengenai berbagai aspek pertanian, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran hasil produksi.
Para peserta juga memperoleh bimbingan secara langsung dari pegawai pertanian yang bertugas di BBU Mimika.
Menurut Abul Haris, keberadaan BBU tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengembangan dan pembudidayaan tanaman, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda yang ingin memahami sektor pertanian secara lebih praktis.
Enam Mahasiswa Ikuti Praktik
Koordinator Program Studi Universitas Timika, Kalfin, mengatakan sebanyak enam mahasiswa Program Studi Agribisnis mengikuti kegiatan PPL di BBU Mimika.
Para mahasiswa menjalani praktik selama satu bulan dengan mempelajari berbagai tahapan dalam kegiatan pertanian.
“Mereka melakukan praktik selama satu bulan. Selama di sini mereka belajar banyak mulai dari pengenalan alat teknologi pertanian, pupuk, benih, menanam dan merawat tanaman hingga tahap terakhir mereka diajar untuk bagaimana menjual hasil produksi mereka,” ujarnya.
Menurut Kalfin, proses pembelajaran tersebut dilakukan dengan pendampingan dari tenaga yang berada di BBU Mimika sehingga mahasiswa dapat memahami praktik pertanian secara langsung.
Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan, terutama ketika mereka nantinya terjun ke masyarakat sebagai tenaga pendamping atau penyuluh pertanian di kampung-kampung.
BBU Jadi Inkubator Generasi Muda Pertanian
Kalfin menilai BBU Mimika dapat menjadi tempat pembelajaran sekaligus inkubator bagi generasi muda yang ingin memahami proses pertanian dari tahap awal hingga menghasilkan produk yang dapat dipasarkan.
“Tempat ini (BBU) menjadi inkubator bagi mereka yang ingin tahu bagaimana proses pertanian dimulai termasuk mahasiswa ini,” katanya.
Ia menilai potensi pertanian dan perkebunan di Kabupaten Mimika cukup menjanjikan sehingga keberadaan fasilitas pembelajaran yang representatif menjadi penting untuk mendukung peningkatan kapasitas generasi muda.
Pemanfaatan BBU sebagai sarana edukasi juga dinilai dapat memperkuat keterampilan praktis pelajar dan mahasiswa sehingga mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami kondisi dan tantangan pertanian di lapangan.
Fasilitas Pertanian Diharapkan Diperbaiki
Untuk mendukung fungsi edukasi tersebut, Kalfin berharap pemerintah dapat memperbaiki sejumlah fasilitas pertanian di BBU Mimika yang saat ini mengalami kerusakan.
Salah satu fasilitas yang membutuhkan perhatian adalah rumah kaca atau green house serta sejumlah sarana pendukung lainnya.
“Ini merupakan satu tempat untuk pendidikan bagi masyarakat sehingga kami berharap dari pemerintah fasilitas pertanian yang sudah rusak ini bisa diperbaiki agar dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, pelajar dan mahasiswa untuk belajar,” ujarnya.
Perbaikan fasilitas diharapkan dapat meningkatkan fungsi BBU Mimika sebagai pusat pembelajaran pertanian sekaligus mendukung pengembangan potensi pertanian dan perkebunan di Kabupaten Mimika.
Dengan optimalisasi fasilitas dan pendampingan yang berkelanjutan, BBU Mimika diharapkan mampu mencetak generasi muda yang memiliki keterampilan pertanian serta dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas masyarakat di wilayah Papua Tengah.

Komentar