TIMIKA, Papuatengah.news – Kepolisian Resor Mimika meminta dukungan pasukan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah untuk memperkuat pengamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, menyusul kasus penyanderaan sembilan perempuan oleh kelompok bersenjata.
Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak di Timika, Rabu, mengatakan pihaknya telah memperoleh identitas sembilan warga yang dilaporkan dibawa paksa oleh kelompok bersenjata tersebut.
“Benar, informasi yang kami dapat di lapangan dari anggota kami di Polsek Jila sudah ada nama-nama yang disandera berdasarkan informasi dari keluarga korban. Rata-rata korban berusia 13 sampai 17 tahun,” ujarnya.
Polres Siapkan Olah TKP
Alfredo menjelaskan, Polres Mimika akan mengirimkan tim ke Distrik Jila untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan kasus sekaligus untuk mengumpulkan informasi dan bukti terkait peristiwa yang terjadi.
Selain melakukan olah TKP, kepolisian juga akan memperkuat pengamanan di sekitar ibu kota Distrik Jila guna menjaga situasi tetap aman dan mencegah terjadinya gangguan lanjutan.
“Langkah berikutnya dengan melakukan olah TKP, kami meminta bantuan dari Brimob Batalyon B untuk mem-backup rekan-rekan kami di Polsek Jila,” kata Alfredo.
Brimob Dilibatkan Perkuat Keamanan
Dukungan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah diperlukan untuk membantu personel Polsek Jila dalam menjaga keamanan wilayah pascakejadian.
Penguatan tersebut diharapkan dapat mendukung proses penanganan perkara sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang berada di Distrik Jila.
Polres Mimika juga terus berkoordinasi dengan personel di lapangan serta pihak keluarga korban untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai keberadaan para warga yang dilaporkan dibawa paksa.
Sembilan Warga Dilaporkan Dibawa Paksa
Berdasarkan informasi yang diterima kepolisian dari keluarga korban, terdapat sembilan warga sipil yang dilaporkan menjadi korban penyanderaan kelompok bersenjata.
Mereka terdiri atas Nemerina Wamang (17) yang dilaporkan sedang hamil muda, Alin Mesawarol pelajar kelas VI SD, Nopi Aim pelajar kelas IV SD, serta Opinte Meswaro pelajar kelas III SD.
Kemudian Yonita Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13).
Mayoritas korban masih berusia anak-anak dan remaja sehingga penanganan kasus tersebut menjadi perhatian serius aparat keamanan.
Situasi Jila Terus Dipantau
Polres Mimika memastikan perkembangan situasi keamanan di Distrik Jila terus dipantau. Penguatan personel dan pelaksanaan olah TKP menjadi bagian dari langkah kepolisian dalam menangani kasus tersebut sesuai prosedur hukum.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan membantu memberikan informasi yang dapat mendukung proses penanganan perkara serta upaya pencarian dan penyelamatan para korban.

Komentar