NABIRE, Papuatengah.news – Masyarakat Adat Nusantara di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menyatakan komitmen bersama untuk menolak hoaks, provokasi, kekerasan, serta konflik antarsuku guna menjaga persatuan, keamanan dan kedamaian di daerah.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Deklarasi Masyarakat Adat Nusantara yang digelar Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire di Taman Gizi Oyehe, Distrik Nabire, Rabu (19/8/2026).
Korwil LMA Papua Tengah Yona Kogoya mengatakan keberagaman suku, budaya dan agama yang ada di Nabire merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama untuk memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
“Keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama masyarakat Nabire untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian,” katanya.
Masyarakat Adat Berperan Jaga Kerukunan
Yona menilai masyarakat adat memiliki posisi penting dalam menjaga hubungan sosial serta mencegah munculnya berbagai tindakan yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
Menurutnya, nilai-nilai adat dan budaya dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati dan mengedepankan penyelesaian persoalan secara damai.
Karena itu, masyarakat adat didorong untuk terus mengambil bagian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Nabire.
Deklarasi Jadi Simbol Persatuan
Ketua LMA Kabupaten Nabire Karel Misiro mengatakan deklarasi tersebut menjadi simbol persatuan masyarakat adat sekaligus bentuk komitmen bersama dalam menjaga adat dan budaya sebagai warisan leluhur.
Dalam deklarasi tersebut, masyarakat adat menyatakan sejumlah komitmen, di antaranya menjadikan keberagaman sebagai kekuatan persatuan serta menolak penyebaran hoaks, provokasi, kekerasan dan konflik antarsuku.
Masyarakat adat juga berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mendukung berbagai program pembangunan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.
Pemkab Apresiasi Peran LMA
Mewakili Bupati Nabire, Asisten I Setda Nabire La Halim menyampaikan apresiasi terhadap LMA yang dinilai berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga ketertiban sosial, memperkuat persatuan dan melestarikan budaya.
“Perbedaan harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan,” katanya.
Menurutnya, keberagaman yang ada di Kabupaten Nabire merupakan modal sosial yang harus terus dijaga melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat adat dan seluruh elemen masyarakat.
Diikuti 350 Peserta
Deklarasi Masyarakat Adat Nusantara tersebut diikuti sekitar 350 peserta yang berasal dari berbagai suku dan elemen masyarakat di Kabupaten Nabire.
Usai deklarasi, para peserta kemudian mengikuti pawai budaya dengan rute dari Taman Gizi Oyehe menuju Kalibobo dan kembali ke lokasi awal.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema “Bersama dalam Keberagaman Ciptakan Papua Tengah yang Aman dan Damai.”
Melalui deklarasi dan pawai budaya tersebut, masyarakat adat menunjukkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga persatuan, kerukunan dan keamanan di Kabupaten Nabire.

Komentar