NABIRE, Papuatengah.news – Pemerintah Provinsi Papua Tengah memanfaatkan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial.
Melalui Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah, pemerintah menyalurkan bantuan sosial kepada 645 penerima manfaat yang terdiri dari lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan anak terlantar. Penyaluran bantuan berlangsung di Nabire, Sabtu (8/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
645 Penerima Manfaat Mendapat Bantuan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah, Roni Misikmbo, mengatakan bantuan tersebut diberikan kepada tiga kelompok penerima manfaat.
Dari total 645 penerima, sebanyak 300 orang merupakan lansia, 100 orang penyandang disabilitas, dan 245 orang anak terlantar.
Menurut Roni, jenis bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok penerima sehingga manfaatnya diharapkan dapat tepat sasaran.
“Untuk lansia dan penyandang disabilitas, bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pangan sehari-hari, seperti beras, telur, susu, dan gula,” jelas Roni.
Sementara bagi anak-anak terlantar yang berada di panti asuhan, bantuan lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sandang dan perlengkapan penunjang kehidupan sehari-hari, salah satunya berupa kasur.
Roni menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan berdasarkan data kebutuhan penerima manfaat yang dihimpun oleh Dinas Sosial sebagai dasar dalam menentukan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.
Pemprov Fokus Layani Penghuni Panti
Roni juga menjelaskan pembagian kewenangan pelayanan sosial antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten.
Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah secara khusus menangani penerima manfaat yang berada di dalam panti sosial maupun panti asuhan. Sementara masyarakat yang berada di luar panti menjadi bagian dari pelayanan Dinas Sosial di tingkat kabupaten.
“Kalau kami di tingkat provinsi menangani warga penerima manfaat yang berada di dalam panti-panti asuhan. Sedangkan warga yang berada di luar panti menjadi kewenangan teman-teman Dinas Sosial di tingkat kabupaten,” ujarnya.
Setelah penyerahan bantuan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, Dinas Sosial Papua Tengah akan melanjutkan distribusi bantuan secara langsung ke sejumlah panti asuhan di Kabupaten Nabire.
Penyaluran tersebut menyasar belasan panti asuhan yang tersebar mulai dari wilayah Wanggar hingga kawasan perkotaan Nabire.
Roni memastikan penyerahan simbolis bukan menjadi akhir dari kegiatan. Tim Dinas Sosial akan langsung bergerak mendistribusikan bantuan kepada para penerima di sejumlah titik yang telah ditetapkan.
“Setelah penyerahan simbolis ini, tim akan langsung bergerak menyalurkan bantuan ke panti-panti asuhan yang tersebar di belasan titik,” katanya.
Bagian dari Pelayanan Sosial Pemerintah
Roni menegaskan program bantuan sosial tersebut tidak semata-mata dilaksanakan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial yang menjadi kewajiban pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Program pelayanan sosial tersebut dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Dengan total 645 penerima manfaat dari tiga kelompok sasaran, pemerintah berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi sosial yang membutuhkan dukungan pemerintah.
Penyaluran bantuan di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire juga menjadi upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memastikan pelayanan sosial tetap berjalan dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama lansia, penyandang disabilitas, serta anak-anak terlantar.
Lansia Berharap Bantuan Terus Berlanjut
Bagi penerima manfaat, bantuan yang diberikan pemerintah memiliki arti lebih dari sekadar paket kebutuhan pokok. Bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah yang secara langsung membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dorkas Wosiri, salah seorang penerima bantuan dari kelompok lansia, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah atas perhatian yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah sudah membantu kami lansia, dengan memberikan bantuan sosial untuk kami lansia,” ungkap Dorkas.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap kelompok lansia tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan, tetapi dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial lainnya.
“Kami berharap bantuan sosial yang diberikan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dalam hal ini Dinas Sosial, kepada kami para lansia tidak hanya pada kegiatan kemerdekaan saja, tetapi dapat terus memperhatikan kami para lansia,” harapnya.
Bagi Dorkas dan para penerima manfaat lainnya, kepedulian pemerintah menjadi bagian penting dari makna kemerdekaan. Semangat HUT ke-81 RI tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan berbagai kegiatan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian nyata terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Komentar