WAMENA, Papuatengah.news – Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa penembakan terhadap pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, serta pembakaran pesawat milik PT AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam siaran pers yang diterbitkan di Wamena, Sabtu (4/7/2026), YKKMP menilai insiden tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak hanya merenggut nyawa seorang warga sipil, tetapi juga berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan serta mengganggu pelayanan publik di wilayah pedalaman Papua.
YKKMP menegaskan bahwa pilot sipil yang menjalankan pelayanan penerbangan bagi masyarakat tidak seharusnya menjadi sasaran dalam konflik bersenjata. Lembaga tersebut juga mendorong dilakukannya penyelidikan independen agar fakta-fakta peristiwa dapat diketahui secara objektif.
Terima Laporan dari TPNPB
YKKMP menjelaskan, pada 2 Juli 2026 Direktur Eksekutif YKKMP menerima laporan melalui aplikasi WhatsApp dari Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom.
Laporan tersebut berisi pernyataan tertulis dan rekaman video yang menyebutkan bahwa TPNPB Kodap XVI Yahukimo mengklaim bertanggung jawab atas penembakan pilot Nicholas F. Goselin serta pembakaran satu unit pesawat milik PT AMA di Kampung Balinggama.
Menurut YKKMP, insiden tersebut mendapat perhatian luas karena korban merupakan pilot yang selama ini melayani penerbangan sipil di wilayah pedalaman Papua.
Selain menyebabkan hilangnya satu nyawa, pembakaran pesawat dinilai turut berdampak terhadap akses transportasi udara yang menjadi sarana vital bagi masyarakat di daerah terpencil.
Sampaikan Belasungkawa
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan dan hak asasi manusia, YKKMP menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Nicholas F. Goselin.
Lembaga tersebut menilai para pilot sipil memiliki peran penting dalam mendukung distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pengangkutan kebutuhan pokok ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Karena itu, kehilangan seorang pilot tidak hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga berdampak terhadap masyarakat yang bergantung pada layanan penerbangan sipil.
Soroti Prinsip Hukum Humaniter
Dalam pernyataannya, YKKMP menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata memiliki kewajiban menghormati prinsip-prinsip Hukum Humaniter Internasional.
Salah satu prinsip yang ditekankan adalah prinsip pembedaan (distinction), yakni kewajiban membedakan secara jelas antara sasaran militer dan warga sipil.
Menurut YKKMP, warga sipil, termasuk pilot sipil yang tidak mengambil bagian langsung dalam permusuhan, berhak memperoleh perlindungan dari serangan.
Lembaga tersebut berpendapat bahwa pembunuhan yang disengaja terhadap warga sipil, termasuk pilot sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik, dilarang dan dalam kondisi tertentu dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius terhadap Hukum Humaniter Internasional maupun kejahatan perang.
YKKMP juga menegaskan bahwa status seseorang dalam hukum humaniter tidak ditentukan semata-mata berdasarkan profesinya, melainkan berdasarkan keterlibatan langsung atau tidak dalam konflik bersenjata.
Catat Perbedaan Narasi
YKKMP mencatat terdapat dua narasi berbeda terkait insiden tersebut.
Berdasarkan pernyataan resmi TPNPB, kelompok tersebut mengklaim melakukan penyerangan karena meyakini pesawat yang menjadi sasaran digunakan untuk mendukung operasi militer Indonesia.
Sementara itu, Pemerintah Indonesia menyatakan pesawat tersebut merupakan pesawat sipil yang melayani kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Menurut YKKMP, perbedaan narasi tersebut menunjukkan pentingnya penyelidikan yang independen, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan agar fakta-fakta yang sebenarnya dapat diketahui oleh publik.
Khawatir Berdampak pada Pelayanan Masyarakat
YKKMP menilai penembakan pilot dan pembakaran pesawat tidak hanya berdampak terhadap korban secara langsung, tetapi juga membawa konsekuensi luas bagi masyarakat Papua.
Penerbangan sipil selama ini menjadi sarana utama yang menghubungkan daerah-daerah terpencil dengan pusat pelayanan.
Apabila layanan penerbangan terganggu akibat meningkatnya ancaman keamanan, distribusi bahan makanan, obat-obatan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga kebutuhan dasar masyarakat dikhawatirkan ikut terdampak.
Selain itu, peristiwa kekerasan semacam ini dinilai dapat menambah trauma masyarakat sipil, mempersempit ruang dialog damai, serta memperburuk situasi kemanusiaan di Papua.
Sampaikan Enam Rekomendasi
Sebagai bagian dari sikap resminya, YKKMP menyampaikan enam rekomendasi kepada berbagai pihak.
Pertama, Presiden Republik Indonesia didorong membuka ruang dialog yang melibatkan pihak ketiga yang netral bersama seluruh pemangku kepentingan di Papua, termasuk ULMWP, guna mencari penyelesaian konflik secara damai.
Kedua, Komnas HAM RI diminta membentuk tim pemantauan independen untuk menginvestigasi kasus penembakan pilot di Yahukimo sekaligus memantau perkembangan situasi hak asasi manusia di Papua.
Ketiga, pemerintah didesak membuka akses bagi mekanisme internasional yang relevan, termasuk kunjungan Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa sesuai mekanisme yang berlaku.
Keempat, pemerintah diminta memberikan akses yang lebih luas kepada media nasional maupun internasional untuk melakukan peliputan secara profesional mengenai situasi kemanusiaan dan hak asasi manusia di Papua.
Kelima, seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata, termasuk TPNPB, diimbau menghormati prinsip-prinsip Hukum Humaniter Internasional dengan tidak menjadikan warga sipil, tenaga kesehatan, guru, rohaniawan, maupun pilot sipil sebagai sasaran serangan.
Keenam, perusahaan-perusahaan penerbangan yang melayani wilayah pedalaman Papua diimbau memperkuat koordinasi keamanan bersama pemerintah dan pihak terkait guna menjamin keselamatan awak pesawat serta penumpang tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
Dorong Penyelesaian Damai
YKKMP menutup pernyataannya dengan kembali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Nicholas F. Goselin.
Lembaga tersebut berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan penyelesaian konflik melalui dialog damai serta menghormati prinsip-prinsip kemanusiaan dalam setiap situasi konflik bersenjata.
(Papuatengah.news)

Komentar