papuatengah.news, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan bahwa kunjungan resmi Presiden RI Prabowo Subianto ke Prancis dilakukan untuk memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sebelumnya sempat tertunda.
Prabowo tiba di Bandara Orly, Paris, pada Selasa pagi sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.
Retno menjelaskan, undangan dari Presiden Macron sebenarnya telah disampaikan sebanyak dua kali, termasuk saat pertemuan bilateral dalam kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Paris beberapa waktu lalu.
“Presiden Macron kembali mengundang dan mengajukan tanggal yang sesuai saat ini,” ujar Retno kepada wartawan, Rabu.
Menurutnya, kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk balasan atas kunjungan Emmanuel Macron ke Indonesia pada bulan lalu.
Retno mengatakan, sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober 2024, Prabowo telah empat kali melakukan kunjungan ke Prancis dan menerima kunjungan delegasi Macron ke Indonesia.
Dalam kunjungan kali ini, Prabowo dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan bilateral guna memperluas kerja sama strategis kedua negara di berbagai sektor.
Beberapa bidang yang menjadi fokus kerja sama antara Indonesia dan Prancis meliputi pertahanan, energi terbarukan, mineral kritis, pendidikan, sains, serta inovasi teknologi.
Selain itu, kedua negara juga berupaya membangun kemitraan yang seimbang dan saling menguntungkan dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk penguatan industri, investasi hilirisasi, penguasaan teknologi, dan pengembangan inovasi industri masa depan.

Komentar