Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Istana Merdeka pada Selasa (5/5/2026), membahas perkembangan kondisi ekonomi nasional.
Dalam rapat tersebut, pemerintah melaporkan kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2026 yang menunjukkan tren positif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk yang tertinggi di antara negara-negara G20.
“Pertumbuhan kita di atas Cina, Singapura, Korea Selatan, Arab, bahkan Amerika, dan melampaui ekspektasi lembaga yang rata-rata di angka 5,2 persen,” ujarnya.
Ditopang Konsumsi dan Sektor Usaha
Airlangga menjelaskan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang kuat, serta kinerja positif sektor eksternal seperti ekspor dan impor.
Sejumlah sektor juga menunjukkan performa baik, antara lain industri, perdagangan, administrasi pemerintahan, jasa, transportasi dan pergudangan, pertanian, hingga konstruksi.
Indikator Makro Ekonomi Stabil
Selain pertumbuhan, berbagai indikator makroekonomi juga menunjukkan kondisi yang stabil dan positif. Inflasi tercatat menurun menjadi 2,42 persen dibanding periode sebelumnya yang mencapai 3,48 persen.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit mencapai 9,49 persen, sementara dana pihak ketiga tumbuh 13,55 persen, yang mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan.
Optimisme Capai Target Ekonomi
Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis seluruh mesin pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus berjalan optimal.
Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan ke depan.

Komentar