Mimika – Pembinaan atlet usia dini, khususnya cabang sepak bola, terus menjadi perhatian serius Komite Olahraga Nasional Indonesia di Kabupaten Mimika.
Ketua KONI Mimika, Antonius Kemong, menegaskan bahwa kegiatan Grassroot Football Festival 2026 yang digelar bersama Dinas Pemuda dan Olahraga serta Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia Mimika merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi pesepak bola masa depan.
Menurutnya, pembinaan pemain usia 10 hingga 12 tahun menjadi fondasi penting dalam membangun kualitas sepak bola daerah secara berkelanjutan.
“Anak-anak usia dini ini adalah masa depan sepak bola Mimika bahkan Indonesia. Pembinaan harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.
Fondasi Prestasi Jangka Panjang
Antonius menekankan bahwa keberhasilan tim besar tidak bisa diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang dari pembinaan di tingkat akar rumput (grassroot).
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah sepak bola (SSB), organisasi olahraga, hingga sektor swasta agar program pembinaan berjalan konsisten.
Lebih dari Sekadar Kompetisi
Sementara itu, George Deda menjelaskan bahwa ajang seperti Grassroot Football Festival tidak hanya berorientasi pada kompetisi.
“Ini juga menjadi sarana edukasi, pembentukan karakter, serta peningkatan keterampilan dasar sepak bola bagi anak-anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini anak-anak diajarkan nilai disiplin, kerja sama tim, dan sportivitas yang menjadi bagian penting dalam pembinaan usia dini.
Harapan Cetak Talenta Lokal
KONI Mimika berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin untuk menjaring lebih banyak talenta muda berbakat dari berbagai distrik.
Dengan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan, Mimika dinilai memiliki potensi besar melahirkan pemain-pemain yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Kalau kita ingin berbicara prestasi di masa depan, maka kita harus mulai dari sekarang. Pembinaan usia dini adalah kunci utama,” tegasnya.

Komentar