Pemerintah kembali mengoptimalkan layanan fast track (Makkah Road) dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026 guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan jemaah Indonesia.
Juru Bicara Haji dan Umrah RI, Maria Assegaf, menyebut lebih dari 125 ribu jemaah telah memanfaatkan layanan tersebut hingga saat ini.
“Untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi layanan, fast track kembali dioperasikan di empat bandara keberangkatan utama di Indonesia tahun ini,” ujarnya dalam konferensi pers.
Adapun layanan fast track tersedia di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Adi Soemarmo, Bandara Juanda, serta Bandara Sultan Hasanuddin.
Maria merinci jumlah jemaah yang telah dilayani, di antaranya 13.751 jemaah dari embarkasi Jakarta Pondok Gede, 12.295 dari Jakarta Bekasi, 9.218 dari Banten, 29.133 dari Solo, 44.080 dari Surabaya, serta 16.757 dari Makassar.
“Secara keseluruhan terdapat 125.234 jemaah haji Indonesia yang telah menikmati layanan fast track tahun ini,” jelasnya.
Melalui layanan ini, seluruh proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sejak di dalam negeri. Dengan demikian, setibanya di bandara tujuan seperti Bandara Internasional King Abdulaziz maupun Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, jemaah tidak perlu lagi mengantre panjang.
“Jemaah bisa langsung melanjutkan perjalanan menuju hotel tanpa proses imigrasi yang memakan waktu,” tambahnya.
Layanan fast track dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Selain itu, pemerintah juga memastikan kesiapan transportasi udara melalui dua maskapai, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, yang berpengalaman dalam melayani penerbangan haji.
Pemerintah mengimbau seluruh jemaah untuk mengikuti arahan petugas serta menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah haji.
“Kita doakan bersama semoga seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan,” tutup Maria.

Komentar