Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi membuka Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun 2026 bagi siswa lulusan SMP/MTs atau sederajat di delapan kabupaten wilayah Papua Tengah. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan menengah bagi generasi muda Orang Asli Papua (OAP), khususnya dari keluarga kurang mampu.
Pendaftaran dilakukan melalui Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten, dengan sasaran utama siswa OAP yang memiliki keterbatasan ekonomi, termasuk anak yatim maupun piatu.
Program beasiswa ini menetapkan batas usia maksimal 21 tahun per 1 Juli 2026, sehingga memberi ruang lebih luas bagi lulusan yang sempat mengalami kendala akses pendidikan.
Seleksi Berjenjang dari Kabupaten hingga Pusat
Tahapan seleksi Beasiswa ADEM 2026 dilakukan secara berjenjang, dimulai dari seleksi tingkat kabupaten pada Maret hingga Juni 2026.
Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti verifikasi tingkat provinsi pada periode yang sama, sebelum akhirnya diusulkan ke pemerintah pusat pada Mei hingga Juni 2026.
Skema ini disiapkan untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif, tepat sasaran, dan benar-benar menjangkau siswa yang membutuhkan dukungan pendidikan.
Perluas Akses Pendidikan Generasi Papua Tengah
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap program afirmasi pendidikan menengah ini mampu membuka peluang lebih luas bagi anak-anak Papua Tengah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK unggulan di luar daerah maupun sekolah mitra program nasional.
Selain memperkuat pemerataan akses pendidikan, beasiswa ini juga diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua Tengah yang unggul dan berdaya saing.
Program ADEM selama ini dikenal sebagai jalur afirmasi strategis bagi pelajar Papua untuk memperoleh akses pendidikan berkualitas, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang siap kembali membangun daerahnya.

Komentar